Congratulations!

[Valid RSS] This is a valid RSS feed.

Recommendations

This feed is valid, but interoperability with the widest range of feed readers could be improved by implementing the following recommendations.

Source: http://akuntansi-id.com/feed

  1. <?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
  2. xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
  3. xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
  4. xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
  5. xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
  6. xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
  7. xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
  8. >
  9.  
  10. <channel>
  11. <title>Akuntansi ID</title>
  12. <atom:link href="http://akuntansi-id.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
  13. <link>http://akuntansi-id.com</link>
  14. <description>Tutorial Belajar Akuntansi Laporan Keuangan dan Siklus Akuntansi</description>
  15. <lastBuildDate>Wed, 13 Dec 2017 07:47:22 +0000</lastBuildDate>
  16. <language>en-US</language>
  17. <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
  18. <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
  19. <generator>https://wordpress.org/?v=4.6.9</generator>
  20. <item>
  21. <title>Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Property</title>
  22. <link>http://akuntansi-id.com/638-contoh-laporan-keuangan-perusahaan-property</link>
  23. <comments>http://akuntansi-id.com/638-contoh-laporan-keuangan-perusahaan-property#comments</comments>
  24. <pubDate>Wed, 18 Dec 2013 15:20:04 +0000</pubDate>
  25. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  26. <category><![CDATA[Contoh Akuntansi]]></category>
  27. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  28. <category><![CDATA[Laporan Keuangan]]></category>
  29. <category><![CDATA[Perusahaan Manufaktur]]></category>
  30.  
  31. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=638</guid>
  32. <description><![CDATA[Kali ini kita akan mencoba menampilkan tetang Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Property. Sebagaimana kita ketahui bahwa perusahaan property adalah sebuah perusahaan yang memiliki kerumitan dalam penghitungan keuangan. Beberapa perusahaan menggunakan perhitungan yang memasukkan persediaan sebagai Rumah yang telah jadi atau [&#8230;]]]></description>
  33. <content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini kita akan mencoba menampilkan tetang <em>Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Property</em>. Sebagaimana kita ketahui bahwa perusahaan property adalah sebuah perusahaan yang memiliki kerumitan dalam penghitungan keuangan.</p>
  34. <p>Beberapa perusahaan menggunakan perhitungan yang memasukkan persediaan sebagai Rumah yang telah jadi atau sementara dalam proses pembangunan dan Tanah Untuk pengembangan adalah tanah yang sedang dalam proses pematangan.</p>
  35. <p>Perhitungan tanah biasanya di lakukan sebagai berikut :</p>
  36. <p>Total Nilai Tanah + Timbunan + Pengukuran + Sarana prasarana = Tanah Untuk pengembangan</p>
  37. <p>Sedangkan untuk proses Persediaan adalah</p>
  38. <p>Tanah untuk Pengembangan x persentase tipe bangunan =  Tanah per type</p>
  39. <p>Tanah Per type / jumlah kapling = Nilai tanah Perkapling</p>
  40. <p>Nilai tanah perkapling + Pembelian Bahan + Gaji Pembangunan + Biaya Langsung = Persediaan</p>
  41. <p>Namun ada juga yang menghitung berbeda. Tetapi kebanyakan mereka menggunakan ini. Sehingga ketika terjadi penjualan maka akan di hitung seperti ini :</p>
  42. <ul>
  43. <li>Penjualan – HPP Perumahan = Pendapatan</li>
  44. <li>Persediaan – HPP Perumahan = Persediaan Akhir</li>
  45. </ul>
  46. <p>Konsep ini sedikit rumit untuk di jelaskan kecuali menggunakan soal Perusahaan untuk Properti. Secara singkat tampilan <strong>Contoh laporan keuangan property</strong> dapat dilihat sebagai berikut :</p>
  47. <div style="width: 588px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/638-contoh-laporan-keuangan-perusahaaan-property"><img class=" " title="Neraca Perusahaan Property" alt="Contoh Neraca Perusahaan Property" src="http://2.bp.blogspot.com/-_0YOk0wCeR8/UrGWkaEzRTI/AAAAAAAABJE/sKlhqIeQHC0/s1600/Contoh+Laporan+Neraca+Konsolidasi+Perusahaan+Property.JPG" width="578" height="558" /></a><p class="wp-caption-text">Neraca Perusahaan Property</p></div>
  48. <div style="width: 593px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/638-contoh-laporan-keuangan-perusahaaan-property"><img class=" " title="Neraca Perusahaan Property 2" alt="Contoh Neraca Perusahaan Property 2" src="http://3.bp.blogspot.com/-0yw-KWgBtow/UrGWkrA2daI/AAAAAAAABJI/wW12re7WiX8/s1600/Neraca+Konsolidasi+Perusahaan+Property.JPG" width="583" height="563" /></a><p class="wp-caption-text">Neraca Perusahaan Property</p></div>
  49. <div style="width: 661px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/638-contoh-laporan-keuangan-perusahaaan-property"><img title="Rugi Laba Perusahaan Property" alt="Contoh Rugi Laba Perusahaan Property" src="http://2.bp.blogspot.com/-AqO3msdEE68/UrGWsLuoMbI/AAAAAAAABJc/31FYfN2djWg/s1600/Laporan+Laba+Rugi+Koprehensif+Konsolidasi.JPG" width="651" height="972" /></a><p class="wp-caption-text">Contoh Laporan Keuangan Rugi Laba Perusahaan Property</p></div>
  50. <div style="width: 896px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/638-contoh-laporan-keuangan-perusahaaan-property"><img class=" " title="Laporan Perubahan Equitas Perusahaan Property" alt="Contoh Perubahan Equitas Perusahaan Property" src="http://1.bp.blogspot.com/-pw1cRmgYesk/UrGWofKm_JI/AAAAAAAABJU/-IzUtsXLUg0/s1600/Laporan+Perubahan+Equitas+Perusahaan+Property.JPG" width="886" height="358" /></a><p class="wp-caption-text">Perubahan Equitas Perusahaan Property</p></div>
  51. <p>Melihat <span style="text-decoration: underline;">Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Property</span> tersebut di atas, mungkin akan sedikit rumit untuk di pahami. Namun bukan berarti anda tidak bisa menguasai perhitungan keuangan properti. Lihat juga contoh Laporan keuangan lain seperti <a href="http://akuntansi-id.com/284-contoh-laporan-keuangan-manufaktur" target="_blank">laporan keuangan manufaktur sederhana</a>.</p>
  52. ]]></content:encoded>
  53. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/638-contoh-laporan-keuangan-perusahaan-property/feed</wfw:commentRss>
  54. <slash:comments>19</slash:comments>
  55. </item>
  56. <item>
  57. <title>Penggunaan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang</title>
  58. <link>http://akuntansi-id.com/630-penggunaan-jurnal-khusus-perusahaan-dagang</link>
  59. <comments>http://akuntansi-id.com/630-penggunaan-jurnal-khusus-perusahaan-dagang#comments</comments>
  60. <pubDate>Tue, 17 Dec 2013 13:02:31 +0000</pubDate>
  61. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  62. <category><![CDATA[Praktek Akuntansi]]></category>
  63. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  64. <category><![CDATA[Jurnal]]></category>
  65. <category><![CDATA[Jurnal Akuntansi]]></category>
  66. <category><![CDATA[Penjurnalan]]></category>
  67. <category><![CDATA[Perusahaan Dagang]]></category>
  68.  
  69. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=630</guid>
  70. <description><![CDATA[Kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk menyelesaikan soal dari Mitra Mart dengan Menggunakan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. Sebenarnya penggunaan jurnal khusus cukup mudah dan menurut saya malahan lebih praktis. Penggunaan jurnal khusus memang di tujukan untuk melakukan penjurnalan secara [&#8230;]]]></description>
  71. <content:encoded><![CDATA[<p>Kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk menyelesaikan soal dari Mitra Mart dengan Menggunakan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. Sebenarnya penggunaan jurnal khusus cukup mudah dan menurut saya malahan lebih praktis.</p>
  72. <p>Penggunaan jurnal khusus memang di tujukan untuk melakukan penjurnalan secara praktis. Selain itu juga dimaksudkan untuk mempersingkat imput data kedalam buku besar.</p>
  73. <p>Berikut ini adalah hasil penggunaan jurnal khusus terhadap transaksi perusahaan dagang mitra mart (<a href="http://akuntansi-id.com/542-contoh-soal-akuntansi-perusahaan-dagang" target="_blank">Contoh Soal Akuntansi Perusahaan Dagang</a>).</p>
  74. <p><strong>Jurnal Penerimaan Kas</strong></p>
  75. <div style="width: 638px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/630-penggunaan-jurnal-khusus-perusahaan-dagang"><img class=" " alt="Contoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan Dagang" src="http://1.bp.blogspot.com/-fbJ4tisaT-w/UrBHKarhkDI/AAAAAAAABH8/pypAIX0GuKs/s1600/Jurnal+Penerimaan+Kas+Perusahaan+Dagang.JPG" width="628" height="725" /></a><p class="wp-caption-text">Jurnal Penerimaan Kas</p></div>
  76. <p>Dari tabel Jurnal diatas kita melihat bahwa hanya ada 2 perkiraan yang mempengaruhi Jurnal penerimaan Kas yaitu Penjualan Tunai dan Pembayaran Piutang. Namun format di atas adalah tidak paten atau bisa di tambah pada kolom bagian kredit misalnya ada hal lain yang mempengaruhi penerimaan kas misalnya penarikan dari Bank BNI ke Kas atau hal lain.</p>
  77. <p><strong>Jurnal Pengeluaran Kas</strong></p>
  78. <div style="width: 1062px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/630-penggunaan-jurnal-khusus-perusahaan-dagang"><img class=" " alt="Contoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan Dagang" src="http://3.bp.blogspot.com/-WYmK94L3LZA/UrBHIUWwdmI/AAAAAAAABHw/LPsl8w3U2rE/s1600/Jurnal+Pengeluaran+Kas+Perusahaan+Dagang.JPG" width="1052" height="406" /></a><p class="wp-caption-text">Jurnal Penerimaan Kas</p></div>
  79. <p>Diatas terlihat sebuah Jurnal Khusus untuk penerimaan kas. Terlihat beberapa akun yang mempengaruhi posisi debet termasuk pembelian secara tunai. Disini semua transaksi yang terjadi dan menyebabkan adanya kas keluar akan di catat pada bagian Debet. Format di atas juga bukan format paten yang artinya bisa saja sebuah akun baru dibuatkan pada posisi debet apabila mempengaruhi pengeluaran kas namun tidak ada dalam tabel.</p>
  80. <p><strong>Jurnal Penjualan</strong></p>
  81. <div style="width: 493px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/630-penggunaan-jurnal-khusus-perusahaan-dagang"><img class=" " title="Jurnal Penjualan" alt="Contoh Jurnal Perusahaan Dagang" src="http://3.bp.blogspot.com/-F-9bvI5gHIo/UrBHIG-qw-I/AAAAAAAABHs/eOfoLPh4-W0/s1600/Jurnal+Penjualan+Perusahaan+Dagang.JPG" width="483" height="566" /></a><p class="wp-caption-text">Jurnal Penjualan</p></div>
  82. <p>Dari gambar diatas terlihat bahwa transaksi penjualan yang tercatat di sini adalah semua penjualan yang terjadi secara kredit. Sedangkan penjualan tunai akan tercatat di Jurnal Penerimaan Kas. Perlu untuk di ingat untuk jurnal ini lawan debetnya adalah piutang Dagang sehingga ketika kita mengimput data ke dalam buku besar misalnya seperti contoh gambar di atas maka Buku besar Penjualan di kredit sebesar Rp. 138.470.000 sedangkan penyeimbangnya adalah Buku Besar Piutang Dagang sebesar Rp. 138.470.000.</p>
  83. <p><strong>Jurnal Pembelian</strong></p>
  84. <div style="width: 455px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/630-penggunaan-jurnal-khusus-perusahaan-dagang"><img class=" " title="Jurnal Pembelian" alt="Contoh Jurnal Pembelian Perusahaan Dagang" src="http://4.bp.blogspot.com/-87tJrfDloz8/UrBHC8sCsuI/AAAAAAAABHc/K_rJuxfJjrE/s1600/Jurnal+Pembelian+Perusahaan+Dagang.JPG" width="445" height="374" /></a><p class="wp-caption-text">Jurnal Pembelian</p></div>
  85. <p>Jurnal Pembelian adalah jurnal yang mencatat transaksi pembelian barang dagangan. Ingat hanya pembelian barang dagangan. Tidak termasuk pembelian inventaris secara kredit. Lawan akun penyeimbang untuk transaksi dalam jurnal ini adalah Utang Dagang. Jadi pada saat memasukkan data dalam buku besar Pembelian akan di debet sebesar Rp. 185.000.000 dan mengkredit piutang dagang sebesar Rp. 185.000.000</p>
  86. <p>Sebagai catatan, penggunaan jurnal khusus bukan berarti tidak menggunakan jurnal umum. Karena ada kalanya jurnal umum juga di pakai misalnya ada sebuah transaksi yang tidak berhubungan dengan ke 4 jurnal tersebut. Contohnya ketika anda membeli Inventaris Toko secara Kredit sebesar Rp. 15.000.000.</p>
  87. <p>Pembelian kredit untuk barang akan masuk dalam jurnal pembelian tetapi selain barang maka akan di letakkan di jurnal umum dengan jurnal sebagai berikut :</p>
  88. <ul>
  89. <li>Inventaris Toko Rp. 15.000.000</li>
  90. <li>Utang Dagang Rp. 15.000.000</li>
  91. </ul>
  92. <p>Disini terlihat bahwa lawan dari inventaris adalah utang dagang yang merupakan lawan penyeimbang pembelian barang. Tetapi karena yang di beli bukan barang (Akun Pembelian tetapi Akun Inventaris Toko) maka tidak bisa di masukkan dalam Jurnal Pembelian.</p>
  93. <p>Sesuai dengan informasi awal saya pada paragraf pertama tentang penggunaan jurnal Khusus adalah memang di tujukan untuk melakukan penjurnalan secara praktis. Selain itu juga dimaksudkan untuk mempersingkat imput data kedalam buku besar.</p>
  94. <p>Mari kita lihat contoh <strong>buku Besar Kas</strong> dengan menggunakan jurnal Khusus seperti gambar berikut :</p>
  95. <div style="width: 677px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/630-penggunaan-jurnal-khusus-perusahaan-dagang"><img class=" " title="Buku Besar Kas" alt="Contoh Buku Besar Kas dengan Jurnal Khusus" src="http://4.bp.blogspot.com/-YfKwVJeHPbc/UrBHDMRku4I/AAAAAAAABHg/m4cLybOsj48/s1600/Buku+Besar+Perusahaan+Daggang+Dengan+Jurnal+Khusus.JPG" width="667" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Buku Besar Kas dengan Jurnal Khusus</p></div>
  96. <p>Dari gambar tersebut terlihat sangat jelas bagaimana efisiennya menggunakan jurnal khusus ketimbang jurnal umum. Sekarang bandingkan dengan Buku Besar akun Kas dengan penggunaan jurnal Umum pada artikel <a href="http://akuntansi-id.com/562-penyelesaian-buku-besar-perusahaan-dagang" target="_blank">Penyelesaian Buku Besar Perusahaan Dagang</a>.</p>
  97. <p>Lihat saldonya dan bandingkan dengan gambar di atas. Posisi saldo sama Rp. 186.741.000 namun cara pengisian dengan menggunakan jurnal umum sangat panjang dan memerlukan ketelitian yang cukup focus saat imput data kedalam buku besar. Berbeda dengan Penggunaan jurnal khusus yang hanya mengambil sado dari tiap jurnal. Namun ketelitian harus di fokuskan pada bagian penjurnalan.</p>
  98. <p>Demkian artikel kita kali ini tentang Penggunaan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. Jika ada yang kurang jelas silahkan untuk ditanyakan melalui kolom komentar.</p>
  99. ]]></content:encoded>
  100. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/630-penggunaan-jurnal-khusus-perusahaan-dagang/feed</wfw:commentRss>
  101. <slash:comments>11</slash:comments>
  102. </item>
  103. <item>
  104. <title>Jurnal Penutup Perusahaan Dagang</title>
  105. <link>http://akuntansi-id.com/623-jurnal-penutup-perusahaan-dagang</link>
  106. <comments>http://akuntansi-id.com/623-jurnal-penutup-perusahaan-dagang#comments</comments>
  107. <pubDate>Sun, 15 Dec 2013 15:15:12 +0000</pubDate>
  108. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  109. <category><![CDATA[Praktek Akuntansi]]></category>
  110. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  111. <category><![CDATA[Jurnal]]></category>
  112. <category><![CDATA[Jurnal Akuntansi]]></category>
  113. <category><![CDATA[Laporan Keuangan]]></category>
  114. <category><![CDATA[Modal]]></category>
  115. <category><![CDATA[Neraca]]></category>
  116. <category><![CDATA[Penjurnalan]]></category>
  117. <category><![CDATA[Perusahaan Dagang]]></category>
  118. <category><![CDATA[Siklus Akuntansi Keuangan]]></category>
  119.  
  120. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=623</guid>
  121. <description><![CDATA[Setelah menyelesaikan Laporan Keuangan untuk mitra mart, Proses selanjutnya adalah melakukan penutupan atas beberapa akun / perkiraan. Tujuannya adalah mengembalikan menjadi saldo kosong untuk akun yang mempengaruhi Laporan Rugi Laba. Tapi perlu untuk kita melihat dulu artikel sebelumnya tentang Laporan [&#8230;]]]></description>
  122. <content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menyelesaikan Laporan Keuangan untuk mitra mart, Proses selanjutnya adalah melakukan penutupan atas beberapa akun / perkiraan. Tujuannya adalah mengembalikan menjadi saldo kosong untuk akun yang mempengaruhi Laporan Rugi Laba.</p>
  123. <p>Tapi perlu untuk kita melihat dulu artikel sebelumnya tentang <a title="Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang" href="http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuangan-neraca-rugi-laba-perubahan-modal-perusahaan-dagang">Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang</a></p>
  124. <p>Pada artikel tersebut terlihat Laporan Perubahan modal. Yang kita lakukan hanya melakukan pengosongan (Pembalikan) terhadap akun dalam laporan tersebut.</p>
  125. <p>Sedangkan lawan untuk akun-aku tersebut adalah Akun <b>Rugi Laba Bulan Berjalan</b>. Maka jurnal Penutup akan terlihat seperti berikut :</p>
  126. <ul>
  127. <li>(D) Penjualan Rp. 673.640.000</li>
  128. <li><b>(K) Rugi Laba Bulan Berjalan Rp. 673.640.000</b></li>
  129. </ul>
  130. <p>Kemudian Untuk Jurnal Penutup kelompok biaya sebagai berikut</p>
  131. <ul>
  132. <li><b>(D) Rugi Laba Bulan Berjalan Rp. 537.170.000</b></li>
  133. <li>(K) Beban gaji karyawan Rp. 25.750.000</li>
  134. <li>(K) Beban listrik Rp. 4.150.000</li>
  135. <li>(K) Beban air Rp. 570.000</li>
  136. <li>(K) Beban bunga bank 3.600.000</li>
  137. <li>(K) Beban akum. Peny. Inventaris toko Rp. 300.000</li>
  138. <li>(K) Beban akum. Peny. Inventaris kantor Rp. 1.000.000</li>
  139. <li>(K) Beban akum. Peny. Gedung Rp. 500.000</li>
  140. <li>(K) Beban angkut penjualan Rp. 6.750.000</li>
  141. <li>(K) Harga Pokok Penjualan (Hpp) Rp. 494.550.000</li>
  142. </ul>
  143. <p><em>Keterangan :</em></p>
  144. <ol>
  145. <li>( D ) = Debet</li>
  146. <li>( K ) = Kredit</li>
  147. </ol>
  148. <p>Dalam posisi ini semua akun tersebut diatas akan dalam kondisi <strong>saldo nol</strong> pada buku besar kecuali akun Rugi Laba Bulan Berjalan akan menjadi seperti berikut  :</p>
  149. <p><strong>Posisi Akun / Perkiraan Rugi Laba Bulan Berjalan</strong></p>
  150. <p><em>Posisi ( K ) Rp. 673.640.000 – (D) 537.170.000 = (K) Rp. 136.470.000</em></p>
  151. <p>Lihat Laporan Keuangan pada artikel <a title="Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang" href="http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuangan-neraca-rugi-laba-perubahan-modal-perusahaan-dagang">Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang</a>, pada <b>Neraca</b> kita menemukan saldo untuk akun Rugi Laba Bulan Berjalan adalah Sebesar Rp. 136.470.000. Berarti jurnal penutup ini sudah benar.</p>
  152. <p>Namun jika kita menggunakan Laporan perubahan Rugi Laba, dan bukan perubahan modal maka akun Rugi Laba bulan Berjalan ditutup ke dalam Rugi Laba Bulan Lalu seperti ini</p>
  153. <p><strong>Jurnal Penutup Rugi Laba Bulan Berjalan</strong></p>
  154. <ul>
  155. <li>Rugi Laba Bulan Berjalan Rp. 136.470.000</li>
  156. <li>Rugi Laba Bulan Lalu Rp. 136.470.000</li>
  157. </ul>
  158. <p>Jika kita menggunakan cara ini maka akan terlihat pada laporan neraca sesuai dengan artikel di atas pada bagian <strong>Neraca Akhir</strong> dalam artikel tersebut. Tetapi jika kita menggunakan <b>Laporan perubahan modal</b>, bukan <b>laporan perubahan Rugi Laba</b> maka otomatis Rugi Laba Bulan Berjalan akan di tutup ke Modal Usaha dengan jurnal seperti ini :</p>
  159. <ul>
  160. <li>Rugi Laba Bulan Berjalan Rp. 136.470.000</li>
  161. <li>Modal Usaha Rp. 136.470.000</li>
  162. </ul>
  163. <p>Demikian artikel kita kali ini tetang <span style="text-decoration: underline;">jurnal Penutup Perusahaan dagang</span> dengan toko Mitra Mart sebagai contoh soalnya, dan sekali lagi saya ingatkan untuk setelah melakukan penutupan, jangan lupa untuk memasukkan hasil jurnal penutupan ke dalam buku besar. semoga bisa di pahami dengan baik dan jika ada yang perlu untuk di tanyakan silahkan gunakan kolom komentar, terima kasih.</p>
  164. ]]></content:encoded>
  165. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/623-jurnal-penutup-perusahaan-dagang/feed</wfw:commentRss>
  166. <slash:comments>2</slash:comments>
  167. </item>
  168. <item>
  169. <title>Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang</title>
  170. <link>http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuangan-neraca-rugi-laba-perubahan-modal-perusahaan-dagang</link>
  171. <comments>http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuangan-neraca-rugi-laba-perubahan-modal-perusahaan-dagang#comments</comments>
  172. <pubDate>Fri, 13 Dec 2013 13:55:57 +0000</pubDate>
  173. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  174. <category><![CDATA[Praktek Akuntansi]]></category>
  175. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  176. <category><![CDATA[Contoh Laporan]]></category>
  177. <category><![CDATA[Laporan Keuangan]]></category>
  178. <category><![CDATA[Perusahaan Dagang]]></category>
  179. <category><![CDATA[Siklus Akuntansi Keuangan]]></category>
  180.  
  181. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=610</guid>
  182. <description><![CDATA[Baiklah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tetang laporan Keuangan Perusahaan Dagang sebagai contoh. Sama seperti perusahaan Jasa, laporan keuangan akan kita tampilkan dalam tiga jenis laporan yaitu masing-masing : Neraca Laporan Rugi Laba Laporan Perubahan Modal Dan artikel [&#8230;]]]></description>
  183. <content:encoded><![CDATA[<p>Baiklah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tetang laporan Keuangan Perusahaan Dagang sebagai contoh. Sama seperti perusahaan Jasa, laporan keuangan akan kita tampilkan dalam tiga jenis laporan yaitu masing-masing :</p>
  184. <ol>
  185. <li>Neraca</li>
  186. <li>Laporan Rugi Laba</li>
  187. <li>Laporan Perubahan Modal</li>
  188. </ol>
  189. <p>Dan artikel ini adalah kelanjutan dari siklus akuntansi perusahaan Dagang Mitra Mart Pak Jono.</p>
  190. <p>Sebagaimana kita ketahui bahwa sebelum proses pembuatan laporan keuangan, adalah proses pengerjaan neraca lajur. Dan Neraca Lajur Mitra Mart telah kita selesaikan dalam artikel <a href="http://akuntansi-id.com/596-contoh-neraca-lajur-perusahaan-dagang" target="_blank">Neraca Lajur Perusahaan Dagang</a>.</p>
  191. <p>Dalam neraca lajur tersebut, pada bagian Kanan ada dua jenis informasi yaitu Neraca dan Rugi Laba. Proses pembuatan Laporan keuangan ini adalah sebenarnya hanyalah memindahkan neraca lajur tersebut ke dalam format laporan keuangan seperti neraca dan rugi laba. Cuma yang membedakan, dalam neraca lajur, informasi yang di hasilkan masih kurang detail yang mana Rugi Laba usaha tidak terbaca dengan baik walau hasilnya sudah kita ketahui.</p>
  192. <p>Jadi untuk menyempurnakan laporan tersebut, kita tinggal memasukkannya dalam format laporan keuangan yang benar dan akan tampak seperti berikut :</p>
  193. <h2>Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang</h2>
  194. <h3>Laporan Rugi Laba</h3>
  195. <div style="width: 516px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuang…usahaan-dagang"><img class=" " alt="Contoh Laporan Rugi Laba Perusahaan Dagang" src="http://2.bp.blogspot.com/-Cp_Ff4y6nl8/UqsO9E2wviI/AAAAAAAABEE/H4xyCi739Cw/s1600/Contoh+Laporan+Rugi+Laba+Perusahaan+Dagang.JPG" width="506" height="421" /></a><p class="wp-caption-text">Laporan Rugi Laba Perusahaan Dagang</p></div>
  196. <h3>Neraca</h3>
  197. <div style="width: 651px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuang…usahaan-dagang"><img class=" " alt="Contoh Neraca Perusahaan Dagang" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZrmLimKOQTQ/UqsO_uTU4SI/AAAAAAAABEc/-AQEpPcL_BM/s1600/Contoh+Neraca+Perusahaan+Dagang.JPG" width="641" height="411" /></a><p class="wp-caption-text">Neraca Perusahaan Dagang</p></div>
  198. <h3>Laporan Perubahan Modal</h3>
  199. <div style="width: 457px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuang…usahaan-dagang"><img class=" " title="Contoh Laporan Perubahan Modal" alt="Contoh Laporan Perubahan Modal" src="http://4.bp.blogspot.com/-NfYIeenxYlI/UqsO7cdyMkI/AAAAAAAABD8/2bMOyrzjCjE/s1600/Contoh+Laporan+Perubahan+Modal+Perusahaan+Dagang.JPG" width="447" height="258" /></a><p class="wp-caption-text">Laporan Perubahan Modal</p></div>
  200. <p>Dari laporan keuangan di atas di peroleh informasi yang jelas tentang Posisi keuangan, Rugi Laba dan Total Biaya serta modal. Namun saya mengganti laporan Perubahan Modal Menjadi Laporan Perubahan Rugi Laba karena laporan ini bersifat bulanan. Laporan ini untuk pemakaian ekternal saya sebagai pengelola keuangan. Tampilannya sebagai berikut.</p>
  201. <div style="width: 472px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuang…usahaan-dagang"><img class=" " title="Contoh Laporan Perubahan Rugi Laba" alt="Contoh Laporan Perubahan Rugi Laba" src="http://1.bp.blogspot.com/-3Oi2Npcl_bM/UqsO9fC3YzI/AAAAAAAABEI/LFJ3jPxM-J8/s1600/Contoh+Laporan+Perubahan+Rugi+Laba+Perusahaan+Dagang.JPG" width="462" height="258" /></a><p class="wp-caption-text">Laporan Perubahan Rugi Laba</p></div>
  202. <p>Sehingga pada saat Penutupan (Jurnal Penutup) maka transaksi Jurnal untuk menutup Rugi Laba Adalah :</p>
  203. <ul>
  204. <li>(D) Rugi Laba Lalu Berjalan Rp. 136.470.000</li>
  205. <li>(K) Rugi Laba Bulan Lalu Rp. 136.470.000</li>
  206. </ul>
  207. <p>Sehingga perkiraan / akun modal tidak terjadi perubahan namun neraca akhir bulan akan tampil seperti berikut :</p>
  208. <div style="width: 651px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuang…usahaan-dagang"><img class=" " title="Contoh Neraca Akhir Perusahaan Dagang" alt="Contoh Neraca Akhir Perusahaan Dagang" src="http://2.bp.blogspot.com/-Dx3iUfd382s/UqsO9yoKXtI/AAAAAAAABEU/MerCPFv1IUg/s1600/Contoh+Neraca+Akhir+Perusahaan+Dagang.JPG" width="641" height="395" /></a><p class="wp-caption-text">Neraca Akhir Perusahaan Dagang</p></div>
  209. <p>Barulah pada saat akhir tahun 31 Desember, Rugi Laba akan di tutup dengan jurnal :</p>
  210. <ul>
  211. <li>(D) Rugi Laba Bulan Lalu</li>
  212. <li>(K) Modal Usaha</li>
  213. </ul>
  214. <p>Mudah-mudahan artikel Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang ini bisa di mengerti dan jika ada yang kurang jelas silahkan untuk di tanyakan. Secara Lengkap akan kami sajikan dalam artikel Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang !</p>
  215. ]]></content:encoded>
  216. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/610-laporan-keuangan-neraca-rugi-laba-perubahan-modal-perusahaan-dagang/feed</wfw:commentRss>
  217. <slash:comments>93</slash:comments>
  218. </item>
  219. <item>
  220. <title>Contoh Laporan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang</title>
  221. <link>http://akuntansi-id.com/601-contoh-laporan-harga-pokok-penjualan-perusahaan-dagang</link>
  222. <comments>http://akuntansi-id.com/601-contoh-laporan-harga-pokok-penjualan-perusahaan-dagang#comments</comments>
  223. <pubDate>Thu, 12 Dec 2013 09:46:12 +0000</pubDate>
  224. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  225. <category><![CDATA[Praktek Akuntansi]]></category>
  226. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  227. <category><![CDATA[Harga Pokok Penjualan]]></category>
  228. <category><![CDATA[HPP]]></category>
  229. <category><![CDATA[Pemeriksaan]]></category>
  230. <category><![CDATA[Perusahaan Dagang]]></category>
  231.  
  232. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=601</guid>
  233. <description><![CDATA[Berikut ini kita akan membahas tentang Harga pokok Penjualan atau HPP untuk perusahaan dagang. Dan kita mencoba menyelesaikan soal dari perusahaan mitra mart yang mana dalam soal tersebut kita di minta untuk melakukan penyelesaian perhitungan Harga Pokok Penjualan. Silahkan kihat [&#8230;]]]></description>
  234. <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini kita akan membahas tentang Harga pokok Penjualan atau HPP untuk perusahaan dagang. Dan kita mencoba menyelesaikan soal dari perusahaan mitra mart yang mana dalam soal tersebut kita di minta untuk melakukan penyelesaian perhitungan Harga Pokok Penjualan.</p>
  235. <p>Silahkan kihat artikelnya di <a href="http://akuntansi-id.com/542-contoh-soal-akuntansi-perusahaan-dagang" target="_blank">Contoh Soal Perusahaan Dagang</a> yang mana dalam artikel tersebut ada soal tetang hitunglah harga pokok Penjualan dari mitra mart (Point 3).</p>
  236. <p>Berdasarkan siklus akuntansi yang kita telah peroleh dari perusahaan Pak Jono (Mitra Mart) kita telah memperoleh neraca lajur yang sudah bisa dijadikan dasar perhitungan harga pokok penjualan. Tetapi sebelumnya silahkan baca artikel <a href="http://akuntansi-id.com/198-harga-pokok-penjualan-hpp" target="_blank">Harga Pokok Penjualan (HPP)</a> untuk melihat formatnya.</p>
  237. <p>Dari transaksi pak jono kita melihat bahwa hal-hal yang mempengaruhi Laporan HPP adalah :</p>
  238. <ol>
  239. <li>Penjualan</li>
  240. <li>Return Penjualan</li>
  241. <li>Potongan Penjualan</li>
  242. <li>Pembelian</li>
  243. <li>Rerturn Pembelian</li>
  244. <li>Potongan Pembelian</li>
  245. <li>Ongkos Angkut Pembelian</li>
  246. <li>Persediaan Awal</li>
  247. <li>Persediaan Akhir</li>
  248. </ol>
  249. <p>Ada beberapa perkiraan yang tidak ada dalam Usaha Dagang Milik Pak Jono tersebut. Sehingga gambaran dari laporan perusahaan Mitra Mart milik pakjono adalah sebagai berikut :</p>
  250. <div style="width: 661px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/601-contoh-laporan…usahaan-dagang"><img class=" " alt="Contoh Laporan Harga Pokok Penjualan Atau HPP Perusahaan Dagang" src="http://1.bp.blogspot.com/-4yHdff9RthA/UqmBRv3IaWI/AAAAAAAABDs/t2fczKKcunI/s1600/Contoh+Harga+Pokok+Penjualan+Perusahaan+Dagang.JPG" width="651" height="656" /></a><p class="wp-caption-text">Contoh HPP Perusahaan Dagang</p></div>
  251. <p>Kita melihat bahwa Posisi Harga Pokok Penjualan Pak Jono adalah Rp. 494.550.000. secara singkat kami jelaskan cara menghitungnya.</p>
  252. <p><strong>1.  Menghitung Penjualan Bersih</strong></p>
  253. <p>Rumusnya : Penjualan – (Return Penjualan + Potongan Penjualan) = Penjualan Bersih</p>
  254. <p>Ongkos Angkut Penjualan tidak termasuk dalam hitungan HPP dan menjadi biaya umum saja.</p>
  255. <p><strong>2.  Menghitung Pembelian Bersih</strong></p>
  256. <p>Rumusnya : (Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian) – (Return Pembelian + Potongan Pembelian) = Pembelian Bersih</p>
  257. <p><strong>3.  Menghitung Persediaan Barang</strong></p>
  258. <p>Rumusnya : Persediaan Awal + Pembelian Bersih = Persediaan Barang</p>
  259. <p><strong>4.  Menghitung Harga Pokok Penjualan</strong></p>
  260. <p>Rumusnya : Persediaan Barang – Persediaan Akhir = Harga Pokok Penjualan</p>
  261. <p><strong>5.  Menghitung Laba Kotor</strong></p>
  262. <p>Rumusnya : Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan = Laba Kotor</p>
  263. <p><strong>6. Menghitung Laba Bersih Sebelum Pajak</strong></p>
  264. <p>Rumusnya : Laba Kotor – Akumulasi Biaya = Labaa Bersih Sebelum Pajak.</p>
  265. <p>Dari contoh kasus akuntansi mitra mart ini kita melihat bahwa laporan yang di hasilkan oleh neraca lajur untuk nilai HPP adalah sama dengan nilai dalam Laporan HPP di atas. Ini membuktikan bahwa perhitungan HPP Neraca Lajur adalah sudah benar dan sesuai dengan Hasil laporan di atas.</p>
  266. <p>Dalam Laporan ini kami tidak menampilkan laba bersih setelah pajak.</p>
  267. <p>Demikian artikel kita kali ini tetang Contoh Laporan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang. Jika ada kesulitan dalam memahami, silahkan jangan sungkan untuk bertanya !</p>
  268. ]]></content:encoded>
  269. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/601-contoh-laporan-harga-pokok-penjualan-perusahaan-dagang/feed</wfw:commentRss>
  270. <slash:comments>27</slash:comments>
  271. </item>
  272. <item>
  273. <title>Contoh Neraca Lajur Perusahaan Dagang</title>
  274. <link>http://akuntansi-id.com/596-contoh-neraca-lajur-perusahaan-dagang</link>
  275. <comments>http://akuntansi-id.com/596-contoh-neraca-lajur-perusahaan-dagang#comments</comments>
  276. <pubDate>Thu, 12 Dec 2013 08:55:35 +0000</pubDate>
  277. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  278. <category><![CDATA[Praktek Akuntansi]]></category>
  279. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  280. <category><![CDATA[Contoh Laporan]]></category>
  281. <category><![CDATA[Input Data]]></category>
  282. <category><![CDATA[Neraca]]></category>
  283. <category><![CDATA[Perusahaan Dagang]]></category>
  284. <category><![CDATA[Siklus Akuntansi Keuangan]]></category>
  285.  
  286. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=596</guid>
  287. <description><![CDATA[Berikut ini kita akan coba untuk membahas tetang Contoh Neraca Lajur Perusahaan Dagang. Neraca Lajur atau worksheet adalah lembar kerja laporan keuangan setelah proses jurnal penyesuaian. Namun sekali lagi saya sampaikan bahwa tak akan bisa kita menunjukkan tentang lembar kerja [&#8230;]]]></description>
  288. <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini kita akan coba untuk membahas tetang Contoh Neraca Lajur Perusahaan Dagang. Neraca Lajur atau worksheet adalah lembar kerja laporan keuangan setelah proses jurnal penyesuaian. Namun sekali lagi saya sampaikan bahwa tak akan bisa kita menunjukkan tentang lembar kerja atau neraca lajur tanpa adanya contoh yang di gunakan.</p>
  289. <p>Dalam posting yang lalu tetang penyelesaian Jurnal penyesuaian perusahaan dagang, kita telah bahas adalah lanjutan dari proses pencatatan siklus akuntansi dari Usaha Pak Jono yaitu Mitra Mart. Di peroleh informasi sebagai berikut :</p>
  290. <ol>
  291. <li>Neraca saldo / percobaan dalam posisi : Baca artikel <a href="http://akuntansi-id.com/570-neraca-saldo-percobaan-perusahaan-dagang" target="_blank">Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Dagang</a></li>
  292. <li>Kemudian untuk selanjutnya adalah hasil dari penyesuaian mitra mart dalam posisi : Baca artikel : <a href="http://akuntansi-id.com/588-penyelesaian-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang" target="_blank">Penyelesaian Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang</a>.</li>
  293. </ol>
  294. <p>Dalam kondisi ini posisi yang kita lakukan adalah hanya melakukan imput data dari kedua artikel tersebut sehingga menjadi laporan keuangan Neraca dan Rugi Laba.</p>
  295. <p>Dari kedua artikel tersebut maka kita akan menghasilkan informasi neraca lajur sebagai berikut :</p>
  296. <div style="width: 1367px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://akuntansi-id.com/596-contoh-neraca-…usahaan-dagang"><img class=" " alt="Contoh Neraca Lajur Perusahaan Dagang" src="http://2.bp.blogspot.com/-Qpcr-NpVkXE/Uql31PzE5UI/AAAAAAAABDc/67tPpWdUzIY/s1600/Contoh+Neraca+Lajur+Perusahaan+Dagang.JPG" width="1357" height="795" /></a><p class="wp-caption-text">Contoh Neraca Lajur Perusahaan Dagang</p></div>
  297. <p>Perlu untuk di ingat bahwa sebelum membentuk neraca lajur, yang kita lakukan pertama kali setelah melakukan jurnal penyesuaian, Buku besar juga harus di sesuaikan. Sehingga Dalam neraca lajur nanti akan menghasilkan Neraca Setelah disesuaikan memiliki saldo yang sama dengan yang ada dalam buku besar.</p>
  298. <p>Buku besar setelah di sesuaikan akan menjadi pembanding bahwa cara kita dalam mengerjakan Neraca Lajur (Whorksheet) sudah benar dan sesuai. Jika ada selisih maka periksa ulang keduanya. Kemungkinan data yang salah bisa saja buku besar atau bisa saja neraca lajur.</p>
  299. <p>Jadi silahkan memahami kedua artikel tersebut di atas kemudian pahami pula bagaimana cara memasukkan hasil jurnal penyesuaian ke neraca lajur sesuai gambar di atas. Dan dalam waktu mendatang kita akan menrangkumkan dalam siklus akuntansi perusahaan dagang.</p>
  300. <p>Demikian artikel kali ini tentang Contoh Neraca Lajur Perusahaan Dagang, jika ada yang ingin di tanyakan silahkan jangan sungkan, terima kasih !</p>
  301. ]]></content:encoded>
  302. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/596-contoh-neraca-lajur-perusahaan-dagang/feed</wfw:commentRss>
  303. <slash:comments>15</slash:comments>
  304. </item>
  305. <item>
  306. <title>Penyelesaian Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang</title>
  307. <link>http://akuntansi-id.com/588-penyelesaian-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang</link>
  308. <comments>http://akuntansi-id.com/588-penyelesaian-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang#comments</comments>
  309. <pubDate>Tue, 10 Dec 2013 08:11:14 +0000</pubDate>
  310. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  311. <category><![CDATA[Contoh Akuntansi]]></category>
  312. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  313. <category><![CDATA[Contoh Soal Akuntansi]]></category>
  314. <category><![CDATA[Jurnal]]></category>
  315. <category><![CDATA[Jurnal Akuntansi]]></category>
  316. <category><![CDATA[Perusahaan Dagang]]></category>
  317. <category><![CDATA[Siklus Akuntansi Keuangan]]></category>
  318.  
  319. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=588</guid>
  320. <description><![CDATA[Artikel kali ini adalah tentang cara penyelesaian dari artikel sebelumnya tentang Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang. Dan ini masih merupakan lanjutan dari siklus akuntansi perusahaan Mitra Mart Milik Pak Jono. Langsung saja kita selesaikan soalnya : Penyelesaian Soal Jurnal [&#8230;]]]></description>
  321. <content:encoded><![CDATA[<p>Artikel kali ini adalah tentang cara penyelesaian dari artikel sebelumnya tentang <a href="http://akuntansi-id.com/578-contoh-soal-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang" target="_blank">Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang</a>. Dan ini masih merupakan lanjutan dari siklus akuntansi perusahaan Mitra Mart Milik Pak Jono. Langsung saja kita selesaikan soalnya :</p>
  322. <h2>Penyelesaian Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang</h2>
  323. <p>Inventaris kantor di susutkan 5 tahun dengan nilai ekonomis tahun terakhir sebesar Rp. Rp. 7.000.000</p>
  324. <p>Nilai Akhir adalah Rp. 7.000.000 dan nilai total dalam buku besar Rp. 25.000.000 dan di susutkan selama 5 tahun (60 bulan) maka akan kita temukan penyusutan perbulan sebesar</p>
  325. <ul>
  326. <li>25.000.000 – 7.000.000 = 18.000.000</li>
  327. <li>18.000.000 / 60 Bulan = 300.000 / Bulan</li>
  328. </ul>
  329. <p>Jadi Jurnalnya adalah :</p>
  330. <ul>
  331. <li>(D) Beban Penyusutan Inventaris Kantor Rp. 300.000</li>
  332. <li>(K) Akumulasi Penyusutan Inventaris Kantor Rp. 300.000</li>
  333. </ul>
  334. <p>2. Inventaris Toko disusutkan 5 tahun dengan nilai ekonomis akhir sebesar Rp. 20.350.000</p>
  335. <p>Menghitung soal ini juga sama seperti soal pertama yaitu tentang amortisasi atau penyusutan, Neraca saldo menunjukkan saldo Rp. 80.350.000 dan nilai akhir Rp. 20.350.000 serta penyusutan selama 5 tahun (60 bulan) maka  perhitungannya adalah :</p>
  336. <ul>
  337. <li>80.350.000 – 20.350.000 = 60.000.000</li>
  338. <li>60.000.000 / 60 bulan = 1.000.000 / bulan</li>
  339. </ul>
  340. <p>Jadi Jurnalnya adalah :</p>
  341. <ul>
  342. <li>(D) Beban Penyusutan Inventaris Toko Rp. 1.000.000</li>
  343. <li>(K) Akumulasi Penyusutan Inventaris Toko Rp. 1.000.000</li>
  344. </ul>
  345. <p>Penyusutan Gedung disusutkan dengan perhitungan nilsi rkonomi akhir Rp. 15.000.000 yang disusutkan selama 10 tahun.</p>
  346. <p>Sedangkan untuk gedung, nilai di Neraca Saldo menunjukkan Rp. 75.000.000 disusutkan selama 10 tahun (120 Bulan) maka perhitungannya adalah :</p>
  347. <ul>
  348. <li>75.000.000 – 15.000.000 = 60.000.000</li>
  349. <li>60.000.000 / 120 Bulan = 500.000</li>
  350. </ul>
  351. <p>Jadi Jurnalnya adalah</p>
  352. <ul>
  353. <li>(D) Beban Akumulasi Penyusutan Gedung Rp. 500.000</li>
  354. <li>(K) Akumulasi Penyusutan Gedung Rp. 500.000 / bulan</li>
  355. </ul>
  356. <p>4. Pembayaran Bank dengan Angsuran sebesar Rp. 9.250.000 dengan keterangan sebagai berikut :</p>
  357. <ul>
  358. <li>Pokok Pinjaman Rp. 300.000.000</li>
  359. <li>Sisa Pokok Pinjaman Rp. 250.000.000</li>
  360. <li>Telah di bayar sebesar Rp. 50.000.000 tertanggal 31 Januari 2013</li>
  361. <li>Bungan Pinjaman Sebesar 14.40% pertahun</li>
  362. </ul>
  363. <p>Pembayaran tersebut di lakukan langsung dengan cara mendebet rekening bank oleh pihak Bank.</p>
  364. <p>Untuk penyelesaian ini kita akan melihat bahwa pokok pinjaman adalah sebesar Rp. 300.000.000 sedangkan saldo buku besar sisa Rp. 250.000.000. Berarti sejak memulai pembukuan ini, Pak Jono telah melakukan pembayaran sebesar Rp. 50.000.000. Namun saat pembukuan di mulai sisa pinjaman sisa Rp. 250.000.000 dan pembayaran bulanan adalah sebesar Rp. 9.850.000 maka perhitungannya adalah sebagai berikut :</p>
  365. <ul>
  366. <li>Bunga Tahunan = Rp. 300.000.000 x 14.40 % / 12 bulan = Rp. 3.600.000</li>
  367. <li>Pokok Angsuran = Rp. 9.850.000 – Rp. 3.600.000 = Rp. 6.250.000</li>
  368. <li>Total Bulan Angsuran = 300.000.000 / 6.250.000 = 48 Bulan = 4 Tahun</li>
  369. </ul>
  370. <p>Maka kita akan mendapatkan Jurnal Sebagai Berikut :</p>
  371. <ul>
  372. <li>(D) Utang Bank Rp. 6.250.000</li>
  373. <li>(D) Beban Bunga Bank Rp. 3.600.000</li>
  374. <li>(K) Kas Bank BNI Rp. 9.850.000</li>
  375. </ul>
  376. <p>5. Diterima Pembayaran Via Transfer Bank belum tercatat Rp. 17.900.000 pada hari tersebut</p>
  377. <p>Jurnalnya adalah :</p>
  378. <ul>
  379. <li>(D) Kas Bank BNI Rp. 17.900.000</li>
  380. <li>(K) Piutang Dagang Rp. 17.900.000</li>
  381. </ul>
  382. <p>6. Mitra Mart bekerjasama dengan pengantaran ekspedisi untuk penjualan barang mereka dan menerima tagihan sebesar Rp. 6.750.000 dan di bayarkan hari itu juga.</p>
  383. <ul>
  384. <li>Beban Angkut Penjualan Rp. 6.750.000</li>
  385. <li>Kas Rp. 6.750.000</li>
  386. </ul>
  387. <p>7. Berdasarkan pemeriksaan kartu stock barang persediaan sisa Rp. 201.450.000</p>
  388. <p>Cara menghitungnya adalah :</p>
  389. <ul>
  390. <li>Persediaan awal + Pembelian – Persediaan Akhir  = Harga Pokok Penjualan (HPP)</li>
  391. <li>341.000.000 + 355.000.000 – 201.450.000 = 494.550.000</li>
  392. </ul>
  393. <p>Jurnalnya adalah :</p>
  394. <ul>
  395. <li>(D) Persediaan Barang Dagang Rp. 355.000.000</li>
  396. <li>(K) Pembelian Rp. 355.000.000</li>
  397. <li>(D) Harga Pokok Penjualan Rp. 494.550.000</li>
  398. <li>(K) Persediaan Barang Dagangan Rp. 494.550.000</li>
  399. </ul>
  400. <p>Mudah-mudahan Penyelesaian Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang ini bisa di pahami dan melanjutkan pada proses siklus berikutnya yaitu tentang Neraca Lajur perusahaan dagang namun jangan lupa untuk memasukkan data jurnal penyesuaian ini ke buku besar.</p>
  401. ]]></content:encoded>
  402. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/588-penyelesaian-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang/feed</wfw:commentRss>
  403. <slash:comments>4</slash:comments>
  404. </item>
  405. <item>
  406. <title>Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang</title>
  407. <link>http://akuntansi-id.com/578-contoh-soal-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang</link>
  408. <comments>http://akuntansi-id.com/578-contoh-soal-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang#comments</comments>
  409. <pubDate>Mon, 09 Dec 2013 05:57:36 +0000</pubDate>
  410. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  411. <category><![CDATA[Contoh Akuntansi]]></category>
  412. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  413. <category><![CDATA[Jurnal]]></category>
  414. <category><![CDATA[Jurnal Akuntansi]]></category>
  415. <category><![CDATA[Penjurnalan]]></category>
  416. <category><![CDATA[Perusahaan Dagang]]></category>
  417. <category><![CDATA[Siklus Akuntansi Keuangan]]></category>
  418.  
  419. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=578</guid>
  420. <description><![CDATA[Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang. Kali ini kita akan coba membuat sebuah contoh soal untuk penyesuaian perusahaan dagang. Ini adalah kelanjutan dari kegiatan pencatatan transaksi dari perusahaan Mitra Mart Milik Pak Jono. Dalam Proses Sebelumnya telah di buatkan sebuah [&#8230;]]]></description>
  421. <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang</strong>. Kali ini kita akan coba membuat sebuah contoh soal untuk penyesuaian perusahaan dagang. Ini adalah kelanjutan dari kegiatan pencatatan transaksi dari perusahaan Mitra Mart Milik Pak Jono. Dalam Proses Sebelumnya telah di buatkan sebuah Neraca Saldo yang di ambil dari Saldo atas buku besar Mitra Mart. Baca Artikel <a href="http://akuntansi-id.com/570-neraca-saldo-percobaan-perusahaan-dagang" target="_blank">Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Dagang</a></p>
  422. <p>Setelah akhir bulan, ada beberapa perkiraan yang di buat untuk melakukan penyesuaian yang belum tercatat seperti Pembayaran bank yang baru jatuh tempo tanggal 29 dan beberapa penyusutan sebagai berikut :</p>
  423. <p>1. Inventaris kantor di susutkan 5 tahun dengan nilai ekonomis tahun terakhir sebesar Rp. Rp. 7.000.000</p>
  424. <p>2. Inventaris Toko disusutkan 5 tahun dengan nilai ekonomis akhir sebesar Rp. 20.350.000</p>
  425. <p>3. Penyusutan Gedung disusutkan dengan perhitungan nilsi rkonomi akhir Rp. 15.000.000 yang disusutkan selama 10 tahun.</p>
  426. <p>4. Pembayaran Bank dengan Angsuran sebesar Rp. 9.850.000 dengan keterangan sebagai berikut :</p>
  427. <ul>
  428. <li>Pokok Pinjaman Rp. 300.000.000</li>
  429. <li>Sisa Pokok Pinjaman Rp. 250.000.000</li>
  430. <li>Telah di bayar sebesar Rp. 50.000.000 tertanggal 31 Januari 2013</li>
  431. <li>Bungan Pinjaman Sebesar 14.40% pertahun</li>
  432. </ul>
  433. <p>Pembayaran tersebut di lakukan langsung dengan cara mendebet rekening bank oleh pihak Bank.</p>
  434. <p>5. Diterima Pembayaran Via Transfer Bank belum tercatat Rp. 17.900.000 pada hari tersebut</p>
  435. <p>6. Mitra Mart bekerjasama dengan pengantaran ekspedisi untuk penjualan barang mereka dan menerima tagihan sebesar Rp. 6.750.000 dan di bayarkan hari itu juga.</p>
  436. <p>7. Berdasarkan pemeriksaan kartu stock barang persediaan sisa Rp. 201.450.000</p>
  437. <p>Berdasarkan transaksi di atas, buatlah jurnal penyesuaian untuk toko Mitra Mart.</p>
  438. <p>Dari kegiatan contoh soal penyesuaian yang singkat ini, kita akan coba untuk memahami berbagai perhitungan seperti perhitungan bunga Bank dan penyusutan / amortisasi.</p>
  439. <p>Dalam artikel mendatang kita akan membuatkan jurnal penyesuaiannya atas transaksi tersebut. Dan untuk mengetahui siklus akuntansi ini secara lengkap sebaiknya membaca secara step by step tetang siklus akuntansi perusahaan dagang.</p>
  440. ]]></content:encoded>
  441. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/578-contoh-soal-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang/feed</wfw:commentRss>
  442. <slash:comments>17</slash:comments>
  443. </item>
  444. <item>
  445. <title>Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Dagang</title>
  446. <link>http://akuntansi-id.com/570-neraca-saldo-percobaan-perusahaan-dagang</link>
  447. <comments>http://akuntansi-id.com/570-neraca-saldo-percobaan-perusahaan-dagang#comments</comments>
  448. <pubDate>Fri, 06 Dec 2013 15:51:31 +0000</pubDate>
  449. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  450. <category><![CDATA[Praktek Akuntansi]]></category>
  451. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  452. <category><![CDATA[Contoh Laporan]]></category>
  453. <category><![CDATA[Laporan Keuangan]]></category>
  454. <category><![CDATA[Neraca]]></category>
  455. <category><![CDATA[Perusahaan Dagang]]></category>
  456. <category><![CDATA[Siklus Akuntansi Keuangan]]></category>
  457.  
  458. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=570</guid>
  459. <description><![CDATA[Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Dagang. Ini adalah artikel kelanjutan dari suklus akuntansi perusahaan dagang yang mana sebelumnya kita telah membahas tentang Penyelesaian Buku Besar Perusahaan Dagang. Sebagaimana namanya, neraca saldo adalah neraca yang di bentuk dari saldo buku besar [&#8230;]]]></description>
  460. <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Dagang</strong>. Ini adalah artikel kelanjutan dari suklus akuntansi perusahaan dagang yang mana sebelumnya kita telah membahas tentang <a href="http://akuntansi-id.com/562-penyelesaian-buku-besar-perusahaan-dagang" target="_blank">Penyelesaian Buku Besar Perusahaan Dagang</a>. Sebagaimana namanya, neraca saldo adalah neraca yang di bentuk dari saldo buku besar setelah melakukan imput data dari jurnal umum ke dalam buku besar. Saldo buku besar tersebutlah yang di bentuk menjadi Neraca Saldo.</p>
  461. <p>Neraca saldo ini juga biasa di sebut sebagai neraca percobaan karena neraca ini masih dalam tahap percobaan. Maksudnya bahwa neraca ini masih di uji kebenaran datanya melalui buku besar. Cara memeriksanya dengan melihat kondisi jumlah bagian bawah. Ketika jumlah debet dan kredit tidak seimbang maka akan di lakukan pengecekan, itulah sebabnya neraca ini disebut juga neraca percobaan. Barulah pada saat pemeriksaan selesai dan ternyata saldonya seimbang maka di tetapkanlah sebagai Neraca Saldo untuk melanjutkan proses berikutnya !</p>
  462. <p>Berdasarkan kegiatan dari transaaksi keuangan perusahaan dagang Mitra Mart, kita membentuk neraca saldo dan menampakkan hasil sebagai berikut :</p>
  463. <div id="attachment_571" style="width: 631px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://akuntansi-id.com/wp-content/uploads/2013/12/Neraca-Saldo-Percobaan-Perusahaan-Dagang.jpg"><img class="size-full wp-image-571" alt="Neraca Saldo - Percobaan Perusahaan Dagang" src="http://akuntansi-id.com/wp-content/uploads/2013/12/Neraca-Saldo-Percobaan-Perusahaan-Dagang.jpg" width="621" height="736" srcset="http://akuntansi-id.com/wp-content/uploads/2013/12/Neraca-Saldo-Percobaan-Perusahaan-Dagang.jpg 621w, http://akuntansi-id.com/wp-content/uploads/2013/12/Neraca-Saldo-Percobaan-Perusahaan-Dagang-253x300.jpg 253w" sizes="(max-width: 621px) 100vw, 621px" /></a><p class="wp-caption-text">Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Dagang</p></div>
  464. <p>Dari kegiatan pembuatan laporan Neraca saldo ini, kita harus memastikan bahwa posisi keuangan pada bagian debet kredit itu seimbang, barulah kita tetapkan sebagai neraca saldo. Namun kita harus memastikan juga bahwa saldo setiap akun dalam neraca saldo ini adalah sesuai dengan saldo pada buku besar.</p>
  465. <p>Jadi intinya pembuatan neraca saldo sangatlah mudah yaitu dengan membuat akun perkiraan berdasarkan buku besar. Atau mungkin dengan kata lain neraca saldo adalah rangkuman dari saldo setiap akun dalam buku besar yang mana nominal penempatan debet kredit sesuai posisi buku besar.</p>
  466. <p>Silahkan untuk mempelajari Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Dagang ini dengan melihat transaksi keuangan Mitra Mart. Secara lengkap contoh ini di rangkum dalam artikel Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang.</p>
  467. ]]></content:encoded>
  468. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/570-neraca-saldo-percobaan-perusahaan-dagang/feed</wfw:commentRss>
  469. <slash:comments>14</slash:comments>
  470. </item>
  471. <item>
  472. <title>Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi</title>
  473. <link>http://akuntansi-id.com/566-saldo-normal-akun-perkiraan-akuntansi</link>
  474. <comments>http://akuntansi-id.com/566-saldo-normal-akun-perkiraan-akuntansi#comments</comments>
  475. <pubDate>Thu, 05 Dec 2013 14:22:58 +0000</pubDate>
  476. <dc:creator><![CDATA[M Mustafa]]></dc:creator>
  477. <category><![CDATA[Akuntansi Dasar]]></category>
  478. <category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
  479. <category><![CDATA[Contoh Soal Akuntansi]]></category>
  480. <category><![CDATA[Kode Akun]]></category>
  481. <category><![CDATA[Prinsip Akuntansi]]></category>
  482. <category><![CDATA[Standar Keuangan]]></category>
  483.  
  484. <guid isPermaLink="false">http://akuntansi-id.com/?p=566</guid>
  485. <description><![CDATA[Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi.  Saat ini kita coba membahas tetang saldo normal atau posisi saldo sebuah akun. Maksud posisi adalah Kondisi Debet Kredit sebuah akun. Tetapi sebelumnya kita harus melakukan pembagian dan pengelompokan atas akun-akun dalam sebuah siklus [&#8230;]]]></description>
  486. <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi</strong>.  Saat ini kita coba membahas tetang saldo normal atau posisi saldo sebuah akun. Maksud posisi adalah Kondisi Debet Kredit sebuah akun. Tetapi sebelumnya kita harus melakukan pembagian dan pengelompokan atas akun-akun dalam sebuah siklus akuntansi perusahaan.</p>
  487. <p>Akun / Perkiraan adalah suatu pos tersendiri yang berdiri sendiri dan memberikan informasi tetang transaksi yang terjadi dalam akun tersebut contohnya, Kas, Utang Dagang, Penjualan Barang, Pembelian Barang dan Biaya Listrik</p>
  488. <p>Kelompok akun adalah Kumpulan yang terdiri dari beberapa akun seperti Aktiva, Vasiva, Pendapatan, Biaya. Baca artikel : Memahami Debet dan Kredit</p>
  489. <p>Namun ada juga yang memisahkan menjadi 3 yaitu sub akun yaitu akun akun yang mepengaruhi akun tertentu misalknya amortisasi / akumulasi, return penjualan, return pemmelian, ongkos angkut pembelian.</p>
  490. <p>Maka untuk menjelaskan tentang Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi dapat dilihat sebagai berikut :</p>
  491. <ol>
  492. <li>Aktiva / asset / harta saldo normanya adalah DEBET</li>
  493. <li>Vasiva / Kewajiban / Saldo normanya adalah KREDIT</li>
  494. <li>Penjualan Barang saldo normalnya adalah KREDIT</li>
  495. <li>Pendapatan saldo normalnya adalah KREDIT</li>
  496. <li>Pembelian saldo Normalnya adalah DEBET</li>
  497. <li>Biaya saldo normalnya adalah DEBET</li>
  498. <li>Amortisasi saldo normalnya adalah KREDIT</li>
  499. <li>Return Pembelian saldo Normalnya adalah DEBET</li>
  500. <li>Return Penjualan saldo normalnya adalah KREDIT</li>
  501. <li>Ongkos Angkut Pembelian saldo Normalnya DEBET</li>
  502. </ol>
  503. <p>Dari keterangan di atas maka akan dapat kita simpulkan bahwa ketika ada sebuah perkiraan yang merupakan bagian dari Aktiva seperti piutang dagang bersaldo kredit maka perlu untuk di pertanyakan bagaimana bisa kredit. Kita buat contoh soal saja :</p>
  504. <p>PT. A dalam neraca awalnya memiliki saldo piuntang Dagang sebesar Rp. 125.000.000. Dan melihat saldo akhir tahun posisi saldonya ada di bagian kredit sebesar Rp. 25.000.000. lakukukan analisa kesalahannya.</p>
  505. <p>Analisa :</p>
  506. <p>Kesalahan bisa saja terjadi pada :</p>
  507. <ol>
  508. <li>Ada piutang yang tidak tercatat atau,</li>
  509. <li>Pencatatan penerimaan piutang salah atau,</li>
  510. <li>Peminjam lebih dalam membayar</li>
  511. </ol>
  512. <p>Kesalahan yang paling sering terjadi adalah point 1 dimana ada piutang yang lupa di catat. Kemudian biasanya jika tidak di temukan maka kemungkinan berikutnya adalah point 2 dimana terjadi kesalahan pencatatan pembayaran piutang dan kemungkinan yang paling kecil adalah point ke 3 dimana peminjam lebih dalam membayar pinjamannya.</p>
  513. <p>Artinya ketika kita mempelajari saldo normal ini, dan menemukan akun ada saldonya yang tidak normal. Maka akan secara cepat kita akan melakukan koreksi pemeriksaan.</p>
  514. <p>Demikian artikel tentang <span style="text-decoration: underline;">Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi</span>, semoga bermanfaat, dan jika ada pertanyaan silahkan gunakan form komentar.</p>
  515. ]]></content:encoded>
  516. <wfw:commentRss>http://akuntansi-id.com/566-saldo-normal-akun-perkiraan-akuntansi/feed</wfw:commentRss>
  517. <slash:comments>1</slash:comments>
  518. </item>
  519. </channel>
  520. </rss>
  521.  

If you would like to create a banner that links to this page (i.e. this validation result), do the following:

  1. Download the "valid RSS" banner.

  2. Upload the image to your own server. (This step is important. Please do not link directly to the image on this server.)

  3. Add this HTML to your page (change the image src attribute if necessary):

If you would like to create a text link instead, here is the URL you can use:

http://www.feedvalidator.org/check.cgi?url=http%3A//akuntansi-id.com/feed

Copyright © 2002-9 Sam Ruby, Mark Pilgrim, Joseph Walton, and Phil Ringnalda