Congratulations!

[Valid Atom 1.0] This is a valid Atom 1.0 feed.

Recommendations

This feed is valid, but interoperability with the widest range of feed readers could be improved by implementing the following recommendations.

Source: http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/posts/default

  1. <?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798</id><updated>2017-10-28T16:54:02.979+07:00</updated><category term="Audio"/><category term="Home related Circuits"/><category term="Adaptor"/><category term="RF Circuits"/><category term="Reparasi"/><category term="Power Amplifiler"/><category term="Guitar Amplifier"/><category term="Hobby"/><category term="Tips Triks"/><category term="Alat Test."/><category term="Kode Pasword TV"/><category term="Batterey Charge"/><category term="TV dan problem kerusakan"/><category term="Blogger Com"/><category term="Guitar effek"/><category term="Computer"/><category term="inventer"/><category term="ion"/><category term="Compact DJ Station"/><category term="Elektronik"/><category term="Flyback"/><category term="Healt"/><category term="Parabola"/><category term="Power Tube"/><category term="Speaker BOX"/><title type='text'>Elektronika</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>163</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-8848972005001484318</id><published>2017-05-13T09:46:00.001+07:00</published><updated>2017-05-13T09:46:16.160+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sirkit protektor Sharp 20R200 dengan IX3098      Sharp 20R200 dengan ic program IX3098 dan chroma M52340 merupakan model lama, tetapi kadang masih ada yang masuk ketempat service .     Model ini untuk masuk ke service mode menggunakan sebuah switch (S1006) yang lokasinya ada dibagian belakang main-pcb dekat tuner yang terhubung ke pin-37 ic program. Untuk masuk ke service mode maka posisi switch dipindah ke “service” untuk menshort pin-37 ke ground.     IC program mempunyai pin-protek input pada pin-38, dimana pada kondisi normal tegangannya adalah “nol”. Untuk melumpuhkan protektor maka pin-38 dapat dishort langsung ke ground     Sirkit protektor berhubungan dengan tegangan heater dari flyback    Ada 3 macam kondisi yang dapat menyebabkan protektor aktip bekerja, yaitu      Pertama adalah X-ray protektor yang akan aktip jika tegangan flyback melebihi normal. Jika tegangan flyback over maka akan menyebabkan tegangan heater juga ikut naik sehingga menyebabkan zener diode D610 tembus dan pin-protek mendapat tegangan “high”     Kedua protektor yang akan aktip jika tegangan heater drops atau hilang disebabkan antara lain misalnya karena flyback rusak, bagian horisontal problem, atau def yoke short. Tegangan heater yang drops atau hilang akan menyebabkan kolektor transistor Q603 ada tegangan “high”. Normal tegangan pada kolektor Q603 adalah “nol”     Ketiga (hal ini masih tanda tanya bagi kami) adalah problem ic memori    Pengalaman 1.      ·Seorang teman teknisi pernah menjumpai kesulitan (bertanya kepada kami) dengan masalah protek pada model ini. Sirkit protektor diperiksa tidak ada masalah. Memori sudah diganti.     Ternyata problem disebabkan karena Vcc ic program sedikit drops.  Penyebabnya adalah kapasitor bypass pada jalur Vcc 5v sedikit short (bocor)    Pengalaman 2.      Ini pengalaman kamisendiri. Setelah pesawat di “power” - sebentar kemudian lampu indikator hijau akan berubah menjadi merah dan berkedip-kedip     Tetapi di-power  lagi – led hijau akan meyala lagi sebantar – dan kemudian berubah menjadi merah dan berkedip-kedip lagi     IC memori maupun sirkit protektor tidak ada masalah. Bahkan sirkit protektor sudah dilumpuhkan.     Anehnya ketika switch S1006 pada dipindah pada posisi “service”, pesawat dapat hidup normal – lampu indikator hijau nyala terus. Dan kalau switch dikembalikan ke posisi normal – led merah akan kedip-kedip kembali     Setelah pusing tujuh keliling 2 hari diubek - ternyata problem hilang sendiri ketika kami lakukan re-solder pada X-tal osilator ic program.   Tips repair SHARP dengan IXBxxx dan M612xx Revisi 01  Memperbaiki SHARP dgn program IXBxx 42pin dan jungle-chroma M612xx sedikit berbeda dengan kebiasaan sirkit teve pada umumnya. Karena itu pahamilah dahulu point-point penting dibawah ini. Pada saat stand-by M612xx langsung mendapat tegangan suply Vcc 8.7v pada pin-42 dari transistor regulator. Dan ic program IXBxxx baru akan bekerja jika M612xx telah bekerja mendapat suply 8.7v, karena :      Transistor regulator untuk suply tegangan Vcc 5v dikontrol oleh M612xx pin-32.     Reset dikontrol oleh M612xx pin-30     IC program tidak menggunakan osilator sendiri – tetapi pulsa clock disuply dari M612xx pin-25  Data pin-out utama ic MCU IXBxxx      Vcc = 22     Reset = 27     Clock in = 32 osilator-in     Vsinkronisasi in = 37     Hsinkronisasi in = 38     Power-on = 29     RC in = 9         SDA/SCL-dgn ic jungel-chroma =31/30     SDA/SCL- dgn memori = 41/1     PROTEK -in = 7 normal high     AC-det in = 6 mendapat tegangan dc 5v     AC-50/60 in = mendapat pulsa vertikal  Data pin-out utama ic jungel-chroma M612xx      Vcc st-by 8v = 44     Vcc 8v bagian defleksi = 12     Vcc 5v Y/C = 40     Vcc 5v Sound IF = 4     Vcc 5V Video IF = 3clip_image002[6]clip_image002[7]     Power-on input = 28     MCU 5v kont out = 32     8v kont out = 47     5.7v kont out = 49     ACL in = 33     Chroma APC filter = 37     VIF APC = 80     IF AGC filter = 82     RF AGC out = 59         SDA/SCL-MCU = 27/28     Reset out = 30 untuk MCU     Clock out = 25 untuk osc MCU     HS out = 19 untuk OSD MCU     VS out = 20 untuk OSD MCU     V out = 5     Vfeedback = 6     V ramp filter = 1     H out = 11     FBP in = 10     AFT out = 2     TV video-out = 58     TV external video-in = 41     Audio-out = 51     External Audio in = 5      Transistor Regulator 5v untuk pin-3, 4, 39, 40 dikontrol on-off oleh M612xx pin-49     Transistor Regulator 8v untuk pin-12, 44 dikontrol on-off oleh M612xx pin-47     Pulsa sikronisasi OSD ic program diperoleh dari M612xx pin-19, 20    PROTEKTOR.  Sirkit atau tegangan yang diprotek adalah :      Tegangan 9v dari ic regulator PQ09RDA     Tergangan 33v BT tuner     Tegangan ABL     Tegangan 180v     X-ray protektor Q603 dimana normal basis harus 0v     Pulsa vertikal SHARP dgn IX2936, IX2938, IX3031 – TB1226 sirkit protektor   Protek input adalah pin-30 - normal tegangan “high” SAMPLING      MELUMPUHKAN Tegangan 12        Tegangan keluaran 12v dari flyback pin-6    Lepas D618 Tergangan 5v        Tegangan keluaran dari regulator IC604 (7805)    Lepas D611 X-ray        Normal tegangan pada basis 0v     Lepas Q607 Tegangan ABL        Normal tegangan pada R624 sekitar 4v     Lepas D606 Tegangan 6.5v  Tegangan 6v pada pin-18 IC 201 VIF BA73575   Lepas D201  Sharp dengan STR-W6753 mati sendiri   Beberapa kali kami telah menjumpai kerusakan pada bagian power suply Sharp yang menggunakan STR-W6753 dengan tanda-tanda :      Stand by normal.     Ketika sedang menyala normal - kadang pesawat mati sendiri dan kalau diperiksa tegangan B+ nol (lampu stand-by mati)     Kemudian kalau colokan listrik dicabut – terus dipasang kembali – pesawat dapat hidup normal kembali – tapi segera kerusakan akan terulang  Gejala-gejala lain yang mungkin ditunjukkan, tapi sebenarnya penyebab adalah sama :      Pesawat mati (atau cepat matinya) saat gambar menampilkan gambar dengan britnes yang terang     Pesawat segera mati jika tegangan screen dibesarkan     Stand by normal – begitu power di-on-kan (atau ketika horisontal mulai start kerja) – pesawat langsung mati  Solusi :      Kerusakan disebabkan karena kualitas STR-W6753 yang mulai drops. Maka solusi terbaik adalah segera mengganti STR.     Pada kerusakan yang masih ringan, dimana pesawat akan mati hanya jika britnes gambar terlalu terang. Atau waktu matinya cukup lama setelah dihidupkan. Maka kadang masih dapat diselesaikan dengan cara mengecilkan nilai resistor yang berhubungan dengan pin-3 STR ke ground (nilai biasanya nol koma....)  Tips kerusakan power suply SHARP mati protek (STR-W6753)  Kami telah beberapa kali menjumpai kerusakan power suply SHARP yang menggunakan ic tipe STR-W6753 (atau sejenisnya), dengan gejala kerusakan sebagai berikut :      Saat st-by tegangan B+ normal, tetapi begitu power di-on-kan tegangan B+ langsung hilang     Pesawat gambar normal – tetapi kadang mati protek sendiri – dan tegangan B+ hilang. Kalau dipelajari lebih lanjut pesawat mati protek saat raster menampilkan gambar dengan britnes yang terang.     Pesawat gambar normal – tetapi jika tegangan screen dinaikkan – pesawat langsung mati protek dan tegangan B+ hilang.   Trobelshuting      Saat mati protek - lampu indikator juga mati (bukan warna merah atau kedip-kedip)     Pesawat akan mau hidup kembali jika ac cord dicabut dahulu kemudian dipasang lagi     Saat tiba-tiba mati protek – kalau tegangan pada elko besar bagian power suply diperiksa – ternyata masih menyimpan muatan.  Menurut analisa kami semua problem diatas disebabkan :      STRWxxxx telah mengalami sedikit degradasi atau ada nilai resistor yang berubah.     Sewaktu pesawat dihidupkan atau ketika gambar terang – arus B+ akan naik.     Demikian pula arus yang melalui D (drain) – S (surce) – R705//R706  akan bertambah besar pula.     Pada hal didalam sirkit STR  ini memiliki sirkit “over current protektor” – dimana sensor samplingnya adalah “R705//R706 yang ke ground.     Jika arus FET naik bertambah besar – maka tegangan pada ujung kedua ressitor tersebut juga akan bertambah besar pula (sesuai hukum ohm V=I x R)     Perubahan tegangan pada resistor ini akan diterima oleh pin-7 sebagai input triger protektor over current (OCP)     Jika pada tegangan pada R705//R706  naik  melebihi level tertentu – akan menyebabkan  STR mati protek.  Blok diagram STR-W6753 (gambar diambil dari datasheet Sanken)   Gambar diambil dari skema Sharp chasis GA-4   Solusi untuk poblem diatas :      Periksa dahulu semua elko yang pada bagian primer power suply dengan ESR-meter     Coba ganti resistor R705//R706  dengan nilai sedikit lebih kecil.     Pilih resistor yang nilainya besar untuk coba diganti. Misalnya 0.47 ohm diganti dengan nilai 0.39 ohm.     Kalau sudah coba diganti resistor masih problem – maka ganti lagi dengan nilai yang sedikit lebih kecil – misalnya ganti dengan nilai 0.33 ohm.     Kalau ternyata masih problem – maka alternatip terachir adalah ganti STR . </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/8848972005001484318/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2017/05/sirkit-protektor-sharp-20r200-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/8848972005001484318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/8848972005001484318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2017/05/sirkit-protektor-sharp-20r200-dengan.html' title=''/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-5096184526098958341</id><published>2013-09-21T16:45:00.000+07:00</published><updated>2013-09-21T16:45:13.148+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>LCD nyala beberapa detik terus mati protek     KASUS :      LCD sempat nyala beberapa detik trus mati protek – hal ini umumnya terjadi pada pesawat yang Inverter-nya diperlengkapi dengan sistim protek – yg diumpankan ke bagian board digital sehingga pesawat jadi mati semuanya.     Kalau pesawat tidak diperlengkapi dengan sirkit seperti ini – maka protek hanya akan menyebabkan layar gelap , tetapi suara tetap ada. (sebenarnya gambar tetap ada – hanya tidak kelihatan karena lampu backlight mati)      PENYEBAB : Ada macam-macam penyebab Inverter protek, antara lain :      Tranfo tegangan tinggi rusak. Bisa dicek pakai FBT tester pada kumparan primer. Atau cek resistansi semua tranfo pada bag sekunder – semua harus punya nilai resistansi yg sama, kalau diketemukan ada satu yang berbeda, maka kemungkinan tranfo tersebut rusak.     Solderan pada tranfo tegangan tinggi ada yang kurang kontak     Lampu CCFL ada yang tidak nyala/tidak kontak/rusak     Atau kerusakan pada ic Inverter driver sendiri     Kerusakan tranfo tegangan tinggi atau lampu ccfl yang tidak normal biasa kami lakukan cek dengan cara sseperti ini :      Lepas semua kabel konektor ke lampu ccfl     Pasang salah satu konektor ccfl saja – kemudian coba hidupkan pesawat – amati apakah lampu dapat menyala sesaat.     Kemudian lanjutkan secara bergantian pada semua konektor ccfl satu demi satu – nanti kalau ada yang tidak nyala atau nyalanya redup berarti tranfo rusak atau lampu yang rusak.     Cuma cara ini sulit dilakukan jika sambungan konektor ccfl tidak pakai sistim kabel.     Catatan :      Sirkit protek yang diumpankan ke board digital dapat dilumpuhkan dengan cara memotong  kabel jalur protek dari board Powersuply/Inverter ke board Digital. Kemudian kabel yg kearah board digital digroundkan.     Konektor kabel protek ditandai dengan tulisan SOS (panasonic) ; ERR (sharp) ; atau PRT (merk lain)  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/5096184526098958341/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2013/09/lcd-nyala-beberapa-detik-terus-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/5096184526098958341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/5096184526098958341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2013/09/lcd-nyala-beberapa-detik-terus-mati.html' title=''/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-759038508950448636</id><published>2011-05-28T10:41:00.003+07:00</published><updated>2011-05-28T11:02:12.050+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Flyback"/><title type='text'>Data Travo Flyback</title><content type='html'>Polytron:&lt;br /&gt;FTK-21R011TN. JF0601-19577. FCM-20B061N&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H-B+110-GND-180-MC-HT-NC-ABL-12- -12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China brand:&lt;br /&gt;BSC25-09N30D. BSC24-014001D. BSC25-N0321. BSC25-N1534. BSC25-N1634. BSC25-Z1003.&lt;br /&gt;BSC25-Z2705. BSC25-Z2706. BSC25-N0313. BSC25-F1125A. BSC24-01N4001M. BSC24-01N4009G. &lt;br /&gt;BSC25-3604TA. BSC25-Z2302. BSC25-03DF. BSC25-1194. BSC25-1003B. BSC27-5B027. BSC29-0213A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H1-H-H2-B+110-H3-H4-GND-HT-ABL-AFC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LG:&lt;br /&gt;6174V-6002U. 6174V-6006V. 6174V-8005C &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H-180-B+180-GND-NC-24-NC-ABL-HT-AFC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sharp:&lt;br /&gt;FA143WJ. BSC25-0216F. FA135WJZZ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H-B+130-GND-24-16-AFC-185-GND-HT-ABL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sharp:&lt;br /&gt;F0229PE. FA061WJ-SA. BSC21-2037S. BSC21-2647S. BSC21-2651S. FA011WJB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H-B+130-GND-24-12-AFC-180-GND-HT-ABL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sansui:&lt;br /&gt;JF0501-1206. 154-177B.154-064P. FCK-14B047. JF0501-91802. 154-374A. 6174Z-6238L    FCM20B058. FCM14047. FCM20B009. FCM14B009. 6174V-6006D. 6174Z-8003A. 6174Z-8004R. FUY20B009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H-B+115-180-16-24-HT-GND-ABL-AFC-NC</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/759038508950448636/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2011/05/data-travo-flyback_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/759038508950448636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/759038508950448636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2011/05/data-travo-flyback_28.html' title='Data Travo Flyback'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-3682055638981814837</id><published>2011-03-07T13:30:00.004+07:00</published><updated>2011-03-07T13:40:13.331+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TV dan problem kerusakan"/><title type='text'>Protect Mode</title><content type='html'>Protect Mode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menggunakan sistem proteksi pasif, saat ini pabrikan pesawat televisi sebagian besar telah menambahkan sistem proteksi aktif pada produk-produk nya. Pada sistem proteksi pasif, komponennya hanya berupa fuse (sekering) yang akan terbakar (putus) jika sistem mengalami arus berlebihan, dan atau dioda zener yang akan hubung pendek (short / konsleting / korsleting) jika sistem mengalami tegangan berlebihah. Sedangkan pada sistem proteksi aktif maka sistem akan menuju ke PROTECT MODE yang ditandai dengan pesawat dalam kondisi standby dan dibarengi dengan lampu indikator yang berkedip dengan irama tertentu (pada beberapa merek) jika sistem mendeteksi kondisi-kondisi yang tidak normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan sistem proteksi aktif ini dimaksudkan antara lain untuk melindungi pesawat dari kerusakan yang lebih serius, melindungi kerusakan pada tabung CRT, mencegah timbulnya sinar-x, dan mencegah kemungkinan terbakarnya komponen hingga menimbulkan asap yang dapat memicu aktifnya alarm / penyiram api di tempat-tempat yang menerapkan sistem pencegah kebakaran dengan menggunakan detektor asap (smoke detector).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik-titik proteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak nya titik proteksi pada setiap merek pesawat televisi berbeda-beda, tetapi dari sekian banyak merek pesawat televisi yang ada dipasaran, SHARP memiliki rekor terbanyak dalam hal jumlah titik yang di proteksi, sehingga tidak heran jika banyak sekali dijumpai teknisi yang mengeluh saat memperbaiki pesawat televisi merek sharp, dan tidak sedikit pula yang kemudian menggantinya dengan mesin (chasis) baru karena merasa kesulitan dalam memperbaikinya padahal terkadang hanya disebabkan oleh sistem proteksinya saja yang tidak normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik-titik proteksi yang umum diterapkan pada pesawat televisi antara lain : proteksi sinar-x, proteksi tegangan 5 volt, 8 volt, 16 / 26 volt (Sound amp supply ), 24 / 45 volt (vertical supply), 33 volt (BT tuner), dan 180 volt (RGB Amplifier), proteksi arus B+, proteksi defleksi vertical (vertical guard / CRT protector / neck protektor), proteksi ABL (automatic brightness limiter), proteksi suhu berlebihan (over thermal protector) dan proteksi white balance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak titik-titik proteksi tersebut dapat dikelompokkan menjadi 5 sistem proteksi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sistem Proteksi Tidak Adanya Tegangan (No Voltage Protection / NVP )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini digunakan untuk memproteksi dari tidak adanya tegangan pada titik yang di proteksi, kenapa tidak adanya tegangan harus di proteksi ?, karena tidak adanya tegangan pada sebuah titik bisa jadi disebabkan adanya hubungan pendek / konsleting pada titik tersebut sehingga mencegah power supply yang men-supply daya pada titik tersebut terjadi beban yang berlebihan yang dapat mengakibatkan power supply rusak bahkan lebih serius dapat menyebabkan terbakarnya komponen akibat adanya konsleting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini juga digunakan untuk melindungi kerusakan tabung CRT yang disebabkan rusaknya sistem defleksi vertical, dimana jika sistem defleksi vertical bermasalah akan menyebabkan sebuah garis horiontal yang sangat terang pada layar CRT yang jika dibiarkan dalam waktu lama akan menyebabkan lapisan fosfor pada tabung CRT terbakar, oleh sebab itulah sistem proteksi yang dipasang pada defleksi vertical ini kadang juga disebut dengan CRT protector atau neck protector.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara bekerjanya sistem proteksi ini adalah sebagai berikut, perhatikan skema rangkaian, saat kondisi normal maka besar tegangan pada pin protec adalah kurang lebih sebesar tegangan Vcc karena adanya R Pull Up, tetapi pada saat kondisi tidak normal dimana tegangan pada titik yang diproteksi lebih rendah dari tegangan pada pin protec, maka tegangan akan mengalir melalui dioda proteksi dan menyebabkan tegangan pada pin protec turun sebesar tegangan pada titik yang diproteksi, jika titik yang diproteksi sebesar nol volt, maka tegangan pada pin protec pun turun menjadi nol volt, pada kondisi ini maka sistem proteksi menjadi aktif karena pin protec pada IC Micom / Jugle yang menerapkan sistem aktif saat kondisi rendah (active low), perhatikan adanya resistor pull up yang dipasang pada pin protec yang menunjukkan pin tersebut aktif saat kondisi rendah (active low).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika pada titik yang diproteksi terdapat tegangan yang lebih tinggi dari tegangan pada pin protec, maka tegangan tersebut tidak akan mengalir melalui dioda proteksi, kecuali dioda proteksi mengalami kebocoran, sehingga jika sistem proteksi aktif padahal titik yang diproteksi dalam kondisi normal, patut dicurigai dioda proteksi nya yang mengalami kerusakan, atau resistor pull up yang kemungkinan terbuka (resistansinya naik / molor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini biasanya diterapkan untuk proteksi tegangan 5 volt, 8 volt, 16 / 26 volt (Sound amp), 24 / 45 volt (vertical supply), 33 volt (BT tuner), 180 volt (RGB Amplifier) dan Vertical Output (melalui penyearah terlebih dahulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem Proteksi Tegangan Lebih (Over Voltage Protection / OVP )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini digunakan untuk memproteksi dari lonjakan tegangan pada titik yang diproteksi sehingga mencegah komponen pada titik yang diproteksi terbakar akibat tegangan yang berlebihan, sistem proteksi ini biasanya juga diterapkan untuk mencegah tabung CRT mengeluarkan sinar-x atau terputusnya kumparan heater karena tegangan heater yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini akan bekerja jika tegangan pada titik yang di proteksi lebih tinggi dari tegangan kerja dioda proteksi (dioda zener), dimana saat tegangan pada titik yang diproteksi lebih tinggi dari tegangan kerja dioda proteksi, maka tegangan akan mengalir melalui dioda proteksi dan menyebabkan tegangan pada pin protec naik sebesar tegangan pada titik yang diproteksi dikurangi tegangan kerja dioda zener, pada kondisi ini maka sistem proteksi menjadi aktif karena sifat pin protec yang akan aktif jika terdapat tegangan positif pada masukannya, perhatikan adanya resistor pull down pada pin protec yang menunjukkan pin tersebut aktif saat kondisi tinggi (active high).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika pada titik yang diproteksi terdapat tegangan yang lebih rendah dari tegangan kerja dioda proteksi, maka tegangan tersebut tidak akan mengalir melalui dioda proteksi, kecuali dioda proteksi mengalami kebocoran, sehingga jika sistem proteksi aktif padahal titik yang diproteksi dalam kondisi normal, patut dicurigai dioda proteksi nya yang mengalami kerusakan, atau resistor pull down yang kemungkinan terbuka (resistansinya naik / molor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian diatas digunakan jika pin protec pada IC Micom / Jungle menerapkan sistem aktif saat kondisi tinggi (active high), tetapi jika pin protec pada IC Micom / Jungle menerapkan sistem aktif pada kondisi rendah (active low), maka ditambahkan transistor sebagai pembalik, skematiknya seperti berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over Voltage ProtectionCara kerjanya adalah apabila tegangan pada titik yang di proteksi lebih tinggi dari tegangan kerja dioda zener D2, maka tegangan akan mengalir melalui D2 menuju basis transistor dan menyebabkan transistor aktif (on), saat transistor aktif berarti kaki collector dan emitor pada transistor tersebut terjadi hubung singkat, sehingga ini sama saja dengan menghubungkan kaki katoda D1 ke ground, karena D1 di pasang secara terbalik, maka tegangan akan mengalir melalui D1 dan menyebabkan tegangan pada pin protec pun menjadi nol volt, pada kondisi ini maka sistem proteksi menjadi aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika pada titik yang diprotek terdapat tegangan yang lebih rendah dari tegangan kerja dioda zener D2, maka tegangan tersebut tidak akan mengalir melalui dioda zener D2, sehingga transistor dalam kondisi tidak aktif (off), kecuali dioda zener D2 mengalami kebocoran sehingga tegangan berapapun akan tetap mengalir ke basis transistor sehingga memicu transistor menjadi aktif (on), atau jika transistor mengalami kebocoran sehingga kaki collector dan emitor selalu hubung singkat meskipun pada basis transistor tidak terdapat tegangan sama sekali, sehingga jika ternyata pada titik yang diproteksi terdapat tegangan normal tetapi sistem proteksi dalam kondisi aktif, patut di curigai D1 dan atau D2 mengalami kebocoran, TR mengalami kebocoran atau short, atau resistor pull up yang kemungkinan terbuka (resistansinya naik / molor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini biasanya diterapkan untuk proteksi tegangan heater (melalui penyearah dan rangkaian pembagi tegangan / voltage divider terlebih dahulu), tegangan supply 8 volt dan ABL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sistem Proteksi Arus Lebih (Over Current Protection / OCP )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini digunakan untuk memproteksi power supply terbebani arus yang berlebihan yang dapat mengakibatkan power supply rusak, sistem proteksi ini biasanya diterapkan pada supply tegangan tinggi (B+), atau pada supply tegangan vertical driver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana cara kerja sistem proteksi ini dapat dijelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat beban abnormal maka akan menyebabkan arus pada R1 (IR) meningkat katakanlah menjadi 2 ampere dari arus normalnya sebesar 1 ampere, jika R1 sebesar 0.47 Ohm, maka tegangan pada R1 (Vr) dapat dihitung sebesar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vr = IR x R1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vr = 2 x 0.47 = 0.94 volt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda potensial sebesar 0.94 volt pada R1 yang berarti juga beda potensial antara basis - emitor (Vbe) TR1 akan menyebabkan TR1 menjadi aktif (on) karena tegangan sebesar 0.94 volt telah melebihi tegangan aktif transistor PNP yang hanya sebesar 0.6 volt. Karena TR1 dalam kondisi aktif, maka terjadi hubung singkat antara kaki emitor dan collector nya, sehingga pada kaki collector TR1 timbul tegangan mendekati tegangan emitor nya, karena tegangan ini diumpankan ke basis TR2 melalui R2 sehingga menyebabkan TR2 pun aktif (on), saat TR2 aktif berarti kaki collector dan emitor pada TR2 pun terjadi hubung singkat, dan ini sama saja dengan menghubungkan kaki katoda D ke ground, karena dioda di pasang secara terbalik, maka tegangan akan mengalir melalui dioda dan menyebabkan tegangan pada pin protec menjadi sebesar nol volt, pada kondisi ini maka sistem proteksi menjadi aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika beban tidak mengalami abnormal, maka arus IR pun dalam kondisi normal, katakanlah sebesar 1 ampere sehingga beda potensial antara kaki basis - emitor TR1 hanya sebesar 0.47 volt (didapat dari IR x R = 0.47 x 1 = 0.47), karena masih dibawah tegangan aktif transistor PNP yang besarnya 0.6 volt, sehingga TR1 dalam kondisi tidak aktif (off), karena TR1 off, maka pada basis TR2 tidak terdapat tegangan sehingga TR2 pun dalam keadaan off, pada kondisi ini sama saja membiarkan katoda D mengambang sehingga sistem proteksi dalam kondisi tidak aktif, karena pin protec di supply oleh resistor pull-up R3 ke tegangan Vcc, sehingga tegangan pada pin protec kurang-lebih sebesar tegangan Vcc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika sistem proteksi dalam kondisi aktif meskipun tidak terjadi beban yang abnormal patut di curigai nilai resistansi R1 atau R3 yang meningkat (molor), resistansi R2 yang menurun, TR1 atau TR2 bocor atau short, atau dioda D nya bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini biasanya diterapkan untuk proteksi supply tegangan B+ menuju ke Travo Flyback dan supply tegangan vertical driver .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sistem Proteksi Suhu Lebih (Over Thermal Protection / OTP )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini digunakan untuk memproteksi sistem dari suhu yang berlebihan, tetapi sistem proteksi ini biasanya hanya terdapat pada power supply yang rangkaiannya sudah terintegrasi dalam IC power supply tersebut yang kebanyakan berjenis SMPS (switching mode power supply), berbeda dengan sistem proteksi lainya yang hanya menyebabkan pesawat menuju pada mode standby jika sistem proteksi sedang aktif, pada sistem proteksi OTP ini akan langsung menyebabkan pesawat mati total karena power supply yang akan berhenti bekerja jika sistem proteksi mendeteksi suhu yang melebihi batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sistem Proteksi Keseimbangan Putih (White Balance Protection / WBP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem proteksi ini hanya terdapat pada pesawat televisi merek SONY, dan efek yang ditimbulkan jika sistem proteksi ini sedang aktif berbeda dengan sistem proteksi lainya, dimana jika sistem proteksi ini mendeteksi kesalahan maka tidak akan menyebabkan pesawat menuju mode standby apalagi sampai off, tetapi hanya akan menyebabkan gambar menjadi gelap. Sistem proteksi ini secara bekerjanya mendeteksi arus katoda (IK) pada ketiga katoda RGB pada tabung CRT, yang kemudian diumpankan pada pin masukan IK yang memang tersedia pada IC jungle nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menon-Aktifkan Sistem Proteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dapat melakukan pelacakan bagian mana yang mengalami kerusakan pada pesawat televisi yang berada dalam kondisi terproteksi tentunya kita harus menon-aktifkan dahulu sistem proteksinya, karena jika sistem proteksi masih dalam keadaan aktif, kita tidak mungkin dapat melakukan pelacakan terhadap bagian yang rusak karena pesawat televisi akan langsung menuju kedalam mode standby sesaat setelah dinyalakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh pembahasan digunakan pesawat televisi merek SHARP model 51U200, dimana pada model ini terdapat 8 titik proteksi, untuk menon-aktifkan seluruh proteksi dapat dilakukan dengan cara melepas jumper J718, J421 dan J906, dimana J718 terhubung dengan proteksi terhadap tegangan 180 volt, heater, 8 volt, dan ABL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan J421 terhubung dengan proteksi untuk tegangan 26 volt yang merupakan supply power amplifier, dan J906 terhubung dengan proteksi vertical output (vertical guard), tegangan 5 volt dan X-Ray protector (proteksi sinar -x) yang sebenarnya juga terhubung dengan heater tetapi disini digunakan untuk memproteksi terhadap kelebihan tegangan pada heater, karena sinar-x juga bisa timbul akibat naiknya tegangan pada heater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sistem proteksi di non-aktifkan, maka akan dapat diketahui bagian mana yang mengalami kerusakan berdasarkan gejala yang ada, tetapi cara ini berbahaya jika sistem proteksi aktif karena adanya konsleting, karena hal tersebut dapat menyebabkan salah satu komponen akan terbakar akibat adanya konsleting, tetapi cara ini adalah cara yang tercepat untuk dapat menemukan kerusakan berdasarkan gejala yang timbul, tabel dibawah ini menunjukkan gejala yang mungkin timbul saat pesawat televisi berhasil di hidupkan setelah sistem proteksi di non-aktifkan, bagian manakah yang mungkin mengalami kerusakan dan komponen manakah yang berperan sebagai detektor proteksi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala  Bagian yang mungkin rusak  Detektor Proteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar blanking      RGB Amplifier hehilangan tegangan 180 volt          D613&lt;br /&gt;Gambar gelap, heater tidak menyala  CRT kehilangan tegangan heater          D614&lt;br /&gt;Gambar gelap, OSD ada  Tegangan ABL tidak normal                          D606&lt;br /&gt;Gambar normal, suara tidak ada  Pow Ampli kehilangan supply tegangan 26 volt  D309&lt;br /&gt;Gambar bergaris horizontal  defleksi vertical tidak normal                  D504&lt;br /&gt;Gambar terlalu terang  ABL tidak normal                      D606, D607, Q603&lt;br /&gt;Gambar polos / hor mati total  Sistem kehilangan tegangan Vcc 8 volt    D608, D609&lt;br /&gt;Standby / tidak dapat menerima siaran  Sistem kehilangan tegangan 5 volt  D572&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk mengetahui bagian yang rusak adalah dengan cara melepas solderan salah satu kaki dari seluruh detektor proteksi, misalnya dengan melepas solderan kaki katoda dari dioda-dioda detektor proteksi yaitu D613, D614, D606, D309, D504, D607, D608, D609 dan D572. Setelah semua kaki katoda dioda-dioda detektor proteksi terlepas kemudian nyalakan pesawat televisi, saat pesawat televisi dalam kondisi menyala, kemudian hubungkan satu-persatu kaki tersebut dengan menggunakan ujung colokan AVO meter atau ujung obeng trim ke jalur PCB nya, jika saat salah satu kaki katoda dioda detektor tersebut di hubungkan dengan jalur PCB nya dan mendapati pesawat televisi menuju ke mode protect (standby), maka bagian tersebut lah yang mengalami kerusakan, dari sini dapat dilakukan pelacakan lebih lanjut untuk menemukan komponen yang rusak dan selanjutnya dapat dilakukan perbaikan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/3682055638981814837/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2011/03/protect-mode.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3682055638981814837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3682055638981814837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2011/03/protect-mode.html' title='Protect Mode'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-4323802059971334419</id><published>2010-12-05T23:50:00.002+07:00</published><updated>2010-12-05T23:52:47.440+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TV dan problem kerusakan"/><title type='text'>Apa penyebab Transistor Horisontal Mati Seketika</title><content type='html'>Sebagian besar para teknisi tentu pernah mengalami hal seperti ini, dimana ketika menemukan transistor HOT (horisontal output transistor) yang rusak, dan kemudian menggantinya dengan yang baru, namun ketika dicoba hidupkan maka transistor tersebut beberapa saat mengalami kerusakan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal ini bisa terjadi ?, berikut ini hal-hal yang menyebabkan transistor HOT mengalamai kerusakan seketika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kapasitor Resonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitor resonan atau yang biasa disebut  capasitor safety / kapasitor damper yang terdapat pada kolektor transistor HOT dipasang guna meredam tegangan kejut yang dihasilkan oleh trafo flyback dengan cara meyerap tegangan tersebut untuk mengisi kapasitor, kapasitor ini umumnya mempunyai tegangan kerja 1,6 KV, jika kapasitor ini rusak, short, kapasitansinya menurun atau solderanya kendor, maka tidak ada lagi yang menyerap tegangan kejut tersebut sehingga meyebabkan transistor HOT rusak seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hal ini bisa terjadi ?, mari kita lakukan percobaan berikut ini agar didapat gambaran yang lebih jelas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siapkan trafo power supply yang biasa dipakai untuk amplifier atau radio/tape/DVD compo yang masih bagus. Kalau bisa cari trafo merk import bukan trafo lokal&lt;br /&gt;- Ambil AVO-meter dan set pada posisi X1&lt;br /&gt;- Pegang probe merah dan hitam pada bagian logam-kontaknya / ujung colokannya (bukan dipegang pada plastiknya), ujung colokan merah dipegang dengan tangan kiri sementara ujung colokan hitam dipegang dengan tangan kanan.&lt;br /&gt;- Tempel sebentar kedua probe tersebut pada terminal ac input 220v trafo dan kemudian lepaskan dengan jari tetap menempel pada ujung logam probe AVO-meter.&lt;br /&gt;- Pada saat melepaskan kontak probe, maka akan dapat dirasakan adanya kejutan atau sengatan listrik yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana asalnya tegangan kejutan ini ?, padahal kita tahu bahwa AVO-meter hanya menggunakan tegangan baterai 3 volt saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada semua induktor (kumparan) yang dilalui arus DC kemudian diputus, maka arus dengan tiba-tiba akan menghilang. Arus yang menghilang dengan tiba-tiba dengan waktu yang sangat singkat ini akan membangkitkan tegangan kejut yang waktunya sangat pendek yang dinamakan tegangan “induksi diri” (self induction)  pada kumparan itu sendiri. Tegangan induksi diri ini besarnya dapat beberapa puluh kali lipat tegangan DC asalnya. Tegangan induksi diri inilah yang menyebabkan adanya kejutan saat kita mengukur trafo power supply tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga yang terjadi pada kumparan primer trafo flyback. Trafo ini dilalui arus yang berbentuk pulsa-pulsa on-off secara berulang dengan frekwensi tinggi yang dapat menghasilkan tegangan kejut hingga puluhan ribu volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitor resonan digunakan untuk &quot;meredam&quot; tegangan kejut yang tinggi ini dengan cara menyerap tegangan tersebut untuk mengisi kapasitor.&lt;br /&gt;Oleh karena itu jika kapasitor resonan sampai lepas solderannya atau nilai kapasitansinya turun, maka tegangan induksi diri dari trafo flyback tersebut tidak ada yang meredam. Tegangan kejut puluhan ribu volt akan diterima oleh kolektor transistor HOT sehingga menyebabkan transistor mati seketika karena tidak tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kapasitor resonan rusak, tetapi transistor HOT masih tahan bekerja hingga beberapa puluh detik saja, maka dapat menyebabkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tegangan keluaran dari flyback, seperti heater, screen, tegangan anoda (HV) dll akan naik.&lt;br /&gt;    * Jika pesawat dilengkapi dengan X-ray protector maka protector akan aktif bekerja&lt;br /&gt;    * Raster sedikit menyempit kiri-kanan&lt;br /&gt;    * Terjadi loncatan internal tegangan tinggi didalam flyback yang dapat merusak flyback itu sendiri, atau merusak kapasitor tegangan tinggi internal yang ada didalam flyback.&lt;br /&gt;    * Ada kemungkinan merusak tabung gambar (timbul loncatan api didalamnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi normal, saat transistor HOT bekerja, terdapat 2 macam tegangan yang diterima oleh kolektor transistor HOT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Tegangan DC B+&lt;br /&gt;   2. Tegangan berbentuk pulsa-pulsa yang besarnya kurang lebih 10x tegangan B+. Oleh karena itu transistor HOT minimal harus tahan bekerja pada tegangan 1500v.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nilai kapasitor resonan nilainya diperbesar (ditambah dengan cara diparalel misalnya), maka akan mengakibatkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tegangan tinggi anoda drop&lt;br /&gt;    * Kecepatan sinar elektron dari katode ke arah anoda (layar) menurun, sehingga menyebabkan kecerahan gambar juga menurun.&lt;br /&gt;    * Sinar elektron jadi lebih mudah untuk dibelokkan oleh kumparan defleksi (yoke) sehingga raster akan mengembang lebih lebar baik vertikal maupun horisontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Flyback short pada kumparan primernya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi normal, saat transistor HOT pada kondisi “on” maka arus yang melalui transistor besarnya akan dibatasi oleh &quot;reaktansi induktif&quot;  kumparan primer flyback. Jika kumparan primer flyback short, maka tidak ada lagi yang membatasi arus ini, sehingga transistor HOT dapat mati seketika.&lt;br /&gt;Keruskan flyback pada bagian sekunder atau kerusakan pada kumparan defleksi (yoke) horisontal juga dapat menyebablan transistor HOT rusak, tetapi umumnya tidak meyebabkan mati seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mencegah kerusakan transistor HOT mati seketika berulang ?, sebelum mengganti transistor HOT, maka lakukan pemeriksaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Periksa solderan dan nilai kapasitansi kapasitor resonan. Apakah Multi-meter yang anda miliki dapat untuk memeriksa kapasitor?&lt;br /&gt;- Periksa apakah kumparan primer trafo flyback tidak short. pemeriksaan kumparan primer trafo flyback dapat digunakan ESR-meter, sehingga tidak perlu repot melepasnya. Dalam kondisi normal, maka jarum ESR-meter tidak bergerak.&lt;br /&gt;- Periksa apakah kumparan defleksi (yoke) bagian horisontal tidak short. Periksa dengan ESR meter seperti memeriksa trafo flyback sehingga tidak perlu repot melepasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain melakukan pemeriksaan jika tidak memiliki ESR-meter atau Kapasitansi-meter:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sediakan bola lampu 100w dan beri sambungan kabel kurang lebih 2x20cm.&lt;br /&gt;    * Putus jalur hubungan antara pin-flyback dengan kolektor transistor HOT.&lt;br /&gt;    * Pasang transistor HOT yang baru.&lt;br /&gt;    * Pasang lampu antara flyback dengan kolektor.&lt;br /&gt;    * Hidupkan pesawat. Lampu akan menyala. Periksa apakah tegangan screen keluar (atur VR screen maksimal)&lt;br /&gt;    * Jika tidak ada tegangan screen berarti sirkit ada masalah, misalnya flyback rusak.&lt;br /&gt;    * Jika tegangan screen tinggi (200v lebih), kemungkinan kapasitor resonan rusak&lt;br /&gt;    * Jika tegangan screen sekitar 150v atau kurang, kemungkinan tidak ada masalah. Berarti aman untuk memasang transistor HOT.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/4323802059971334419/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/12/apa-penyebab-transistor-horisontal-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/4323802059971334419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/4323802059971334419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/12/apa-penyebab-transistor-horisontal-mati.html' title='Apa penyebab Transistor Horisontal Mati Seketika'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-7186412861225230655</id><published>2010-02-17T21:47:00.011+07:00</published><updated>2010-02-17T22:28:49.739+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alat Test."/><title type='text'>Oscilloscope</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wKvJ1WmgI/AAAAAAAAArs/hxZHn6Lr00g/s1600-h/horizont.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 339px;&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wKvJ1WmgI/AAAAAAAAArs/hxZHn6Lr00g/s400/horizont.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439234255166544386&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Horizontal Deflection Amplifier&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wJ1YQjlII/AAAAAAAAArk/UX0wpPYoyFU/s1600-h/blanking.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 397px;&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wJ1YQjlII/AAAAAAAAArk/UX0wpPYoyFU/s400/blanking.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439233262606324866&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Blanking Circuit&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wJca9--4I/AAAAAAAAArc/dRxvrjsBOG8/s1600-h/crt.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 328px; height: 400px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wJca9--4I/AAAAAAAAArc/dRxvrjsBOG8/s400/crt.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439232833837005698&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;CRT and Power Supply&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wHbpYHbhI/AAAAAAAAArU/BjwsCsraYFM/s1600-h/sweep.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 399px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wHbpYHbhI/AAAAAAAAArU/BjwsCsraYFM/s400/sweep.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439230621501582866&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sweep Generator&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wGkT1duSI/AAAAAAAAArM/QO9l56qCCkY/s1600-h/vert.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 382px;&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wGkT1duSI/AAAAAAAAArM/QO9l56qCCkY/s400/vert.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439229670826293538&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Vertical Deflection Amplifier&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wFvwzsbKI/AAAAAAAAArE/UC0YbpbJlho/s1600-h/switch.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 288px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wFvwzsbKI/AAAAAAAAArE/UC0YbpbJlho/s400/switch.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439228768070429858&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Analog Switch&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wEaw4PSoI/AAAAAAAAAq8/DgrrjwCzq50/s1600-h/amp.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 384px;&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wEaw4PSoI/AAAAAAAAAq8/DgrrjwCzq50/s400/amp.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439227307800611458&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;DC-10Mhz Amplifier&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wDISI5cNI/AAAAAAAAAq0/aTbqb7UTQSM/s1600-h/atten.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 347px;&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wDISI5cNI/AAAAAAAAAq0/aTbqb7UTQSM/s400/atten.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439225890799710418&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Adjustable Attenuator&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wB0Co1V1I/AAAAAAAAAqs/4nW3EkQnshs/s1600-h/block.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 374px; height: 400px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wB0Co1V1I/AAAAAAAAAqs/4nW3EkQnshs/s400/block.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439224443529680722&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dirancang dan dibangun pada tahun 1986 blok diagram osiloskop ini menggunakan sasis non-kerja tabung hampa osiloskop, hanya menjaga tegangan tinggi asli tabung hampa CRT. Proyek konstruksi ini hanya untuk desainer yang berpengalaman, kalau Anda akan   merubah dan menyesuaikan bagian dari rangkaian untuk menggerakkan semikonduktor dan merakit sendiri. Saya sarankan agar Anda tidak membangun sebuah osiloskop dari skema tersebut, melainkan, memahami prinsip-prinsip desain dengan desain yang lebih modern. Bandwidth dapat dengan mudah diperluas melampaui 100 MHz dengan menggunakan driver  kecepatan tinggi dan op-amp.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pertama: Adjustable Attenuator&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Input attenuator commutating menggunakan kapasitor untuk membatasi masukan/ input kapasitansi dari FET buffer (lihat DC-10 MHz amp skematik). Yang commutating kapasitor mutlak diperlukan untuk membatalkan efek kapasitansi input untuk DC-10MHz penguat. Teori kapasitor commutating tidak akan dibahas di sini. Resistensi input 1M ohm di semua pengaturan jarak. Semua hambatan harus dipilih untuk memberikan 1M ohm pada setiap skala sensitivitas. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua:DC-10Mhz Amplifier&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;FET input harus dipasang langsung pada adjustable attenuator saklar untuk respon frekuensi terbaik. Posisi vertikal pot, R27 dan R51, mengatur  tingkat dc, tetapi tidak mempengaruhi sinyal ac.variabel mendapatkan penyesuaian dalam rangkaian ini. Tegangan keluaran berkisar dari 0 hingga minus 15 volt. Op-amp modern dari Elantec, Harris, atau Analog Devices  dianggap sebagai sebuah alternatif desain untuk penguat masukan osiloskop &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketiga: Analog Switch&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Multiplexes analog beralih di antara saluran 1 dan saluran 2 di akhir penggerak. Kontrol termasuk Dual Trace / Single Trace mode, sync polaritas, tingkat sync, dan sinkronisasi di + atau - &lt;br /&gt;4.016 CMOS IC analog beralih diaktifkan dari tanah dan -15 volt, meskipun tidak ditampilkan dalam skema. Para 7.820 tingkat berfungsi sebagai shifter untuk memberikan -10 volt -15 volt untuk sinyal untuk U1.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ke empat:Vertical Deflection Amplifier&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Defleksi vertikal menggunakan splitter fase 180 derajat untuk menghasilkan sinyal diferensial. CRT memerlukan dorongan besar tegangan, tapi tidak ada arus. Osiloskop bandwidth yang dibatasi, penguat elektrostatik CRT memiliki bandwidth yang meluas sampai ke beberapa ratus megahertz.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kelima: Sweep Generator&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dioda, D13, menyediakan timing berbeda (gigi gergaji) untuk menggerak ke depan, dan  dapat menelusuri kembali dengan cepat kembali lagi ke depan. Output yang dihasilkan untuk memberitahu rangkaian blanking kapan harus kosong  dan kapan harus unblank . Sync input yang memicu menyediakan pulsa yang mensinkronisasikan awal ke level tegangan yang dipilih oleh pengguna. Sync input yang terus-menerus memicu retriggers sebuah 74.123 retriggerable satu-shot sehingga pin 4 dari U9 selalu tinggi. Jika disinkronisasi  dipilih karena nilai sinyal input, maka satu-shot retriggerable waktu akan memungkinkan generator untuk menggerakkan tegangan swepp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ke enam: CRT and Power Supply&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;CRT membutuhkan tegangan dari dari kekuatan utama transformator. Baja gulung dingin di sekitar CRT ( YOKE ) tidak menyediakan cukup melindungi dari 60Hz medan magnet. Ada paduan nikel tertentu, seperti mu-logam, yang memberikan 100 sampai 1000 kali melindungi magnetik sebagai baja. Mu-logam dapat dibeli dalam foil yang dapat dibungkus di sekitar CRT. Sebuah desain menggunakan tegangan tinggi transformerless switching regulator (TOPSWITCH, dll) harus dipertimbangkan untuk menghilangkan tabung hampa dioda dan utama (berat) transformator dalam rangkaian ini.dalam Proyek di coba memakai Tabung CRT 14` Hitam putih.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagian ke Tujuh: Blanking Circuit&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Blanking sirkuit harus didasarkan pada -1.200 volt. Perhatikan kapasitor, C40, C41, dan C43 yang memungkinkan gerbang yang mendorong intensitas grid dari CRT akan terisolasi dari elektronik lain dalam osiloskop.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagian ke Delapan: Horizontal Deflection Amplifier&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian di bawah ini memberikan tegangan drive horizontal. Suplai tegangan pada salah satu ujungnya, 135-165, dibuat variabel untuk kontrol posisi horizontal.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Referensi &lt;http://michaelgellis.tripod.com/scope.html&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/7186412861225230655/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/oscilloscope.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/7186412861225230655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/7186412861225230655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/oscilloscope.html' title='Oscilloscope'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3wKvJ1WmgI/AAAAAAAAArs/hxZHn6Lr00g/s72-c/horizont.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-2488365121421937787</id><published>2010-02-17T11:02:00.003+07:00</published><updated>2010-02-17T11:11:42.061+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Batterey Charge"/><title type='text'>Automatic charger circuit for 9V Nicd Battery</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3tr5Xyd6zI/AAAAAAAAAqk/X1dvFybMeos/s1600-h/Ni-Cd-battery-charger-circuit.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 258px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3tr5Xyd6zI/AAAAAAAAAqk/X1dvFybMeos/s400/Ni-Cd-battery-charger-circuit.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439059608362412850&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Automatic charger circuit for 9V Nicd Battery&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sirkuit ini terlihat cukup bagus, dan mungkin sedikit &quot;sulit, tidak sulit untuk dipahami. Rangkaian harus dihubungkan ke tegangan DC antara 16,5 dan 17,5 volt max, jika tidak CMOS IC akan rusak. Dikarenakan tidak ingin desain catu daya terpisah untuk rangkaian ini sepenuhnya disesuaikan dengan Power Supply yang di sediakan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;        &lt;br /&gt;Pertama menghubungkan satu &quot;tegangan-&quot;-9-volt baterai nikel-kadmium untuk jalur yang tepat. Kemudian menghubungkannya tegangan. Pada kapasitor 1nF dimulai dua RS flip-flop yang dibentuk oleh IC1a, IC1b, IC1c, IC1d, dan menarik pin 3 dan 10 &#39;tinggi&#39; dan pin 4 dan 11 &#39;rendah&#39;. Jam pulsa frekuensi dihasilkan oleh multivibrator IC4. IC4 frekuensi ditentukan oleh 10UF kapasitor, resistor CAP 220K dan 100K.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Clok, berfungsi, tidak menghitung IC5 namun karena pin 11 (master reset) adalah tetap tinggi. Ketika tombol &quot;START&quot; tombol yang ditekan, keluaran pin 4 dari IC1a naik yang diberikan tr4 terbaca oleh LED merah (D9), yang masih menyala. tegangan  NiCad sekarang kosong melalui transistor  dan resistor 100 ohm.&lt;br /&gt;CAP 10K (kanan grafik) disesuaikan sehingga ketika tegangan baterai turun di bawah 7 volt, produksi rendah dan IC3 pergi output pin 11 dari IC1a TINGGI. HTE sementara output pin 10 dari IC1d pergi rendah dan LED merah akan padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/2488365121421937787/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/automatic-charger-circuit-for-9v-nicd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/2488365121421937787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/2488365121421937787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/automatic-charger-circuit-for-9v-nicd.html' title='Automatic charger circuit for 9V Nicd Battery'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3tr5Xyd6zI/AAAAAAAAAqk/X1dvFybMeos/s72-c/Ni-Cd-battery-charger-circuit.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-7597804540342673528</id><published>2010-02-16T20:46:00.004+07:00</published><updated>2010-02-16T21:08:13.742+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Adaptor"/><title type='text'>2V to 25V...1 Amp</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3qkMFfyBeI/AAAAAAAAAqc/4VLYXnxHd90/s1600-h/powersupplyschematic.GIF&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 242px;&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3qkMFfyBeI/AAAAAAAAAqc/4VLYXnxHd90/s400/powersupplyschematic.GIF&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5438840027544159714&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas, input daya yang diberikan pada rangkaian melewati sekering F1. Sekering akan putus jika  arus 8A diterapkan ke rangkaian. potensiometer V1 digunakan untuk menghambat setiap aliran dari sumber tegangan listrik utama untuk melindungi komponen dari kerusakan. Transformer T1 digunakan untuk turun tegangan yang masuk ke 24V AC di mana ia diratakan oleh empat dioda D1, D2, D3 dan D4. Kondensator elektrolit E1 digunakan untuk memperlancar gelombang tegangan DC yang ratakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dioda D5 dan D6 digunakan sebagai pengaman untuk mencegah kapasitor E2 dan E3 dari pemakaian melalui titik arus yang rendah ke regulator. Kapasitor C1 digunakan untuk memotong komponen frekuensi tinggi (cliping) dari rangkaian. harap di perhatikan bahwa heat sink yang besar sudah dipasang untuk LM338 untuk membuang panas yang berlebihan</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/7597804540342673528/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/2v-to-25v1-amp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/7597804540342673528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/7597804540342673528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/2v-to-25v1-amp.html' title='2V to 25V...1 Amp'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3qkMFfyBeI/AAAAAAAAAqc/4VLYXnxHd90/s72-c/powersupplyschematic.GIF" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-672404674840791604</id><published>2010-02-13T23:39:00.003+07:00</published><updated>2010-02-14T00:03:47.264+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Home related Circuits"/><title type='text'>Otomatis Socket 1000 watt</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3bWRLvjIhI/AAAAAAAAAqU/41aObLd-zuE/s1600-h/Smart.GIF&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 152px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3bWRLvjIhI/AAAAAAAAAqU/41aObLd-zuE/s400/Smart.GIF&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5437769190794797586&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Komponen:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R, 1.2              :100 ohm&lt;br /&gt;C,1                 :100 nf&lt;br /&gt;D,1....6            :1N5408 1000V 3A&lt;br /&gt;D,7                 :TIC225M  600V 8A ( Triac)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah trailing komersial soket untuk dimodifikasi, atau kotak yang dibuat sendiri dengan beberapa soket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian ini terdiri dari Trailing Socket,(juga disebut Socket Extension atau Distribusi) atau perangkat di tempat yang sama dua, tiga atau lebih soket (kotak tergantung pada dimensi dan kebutuhan konstruktor) didukung hanya ketika arus mengalir pada Socket Control.Masukan / input AC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh:&lt;br /&gt; jika bor listrik terhubung ke Control Socket, Socket yang Switched akan terhubung dengan bor listrik yang sedang berjalan. Dalam kasus ini, sebuah lampu bisa dihubungkan ke Switched Socket dan akan menerangi ketika mata bor beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain:&lt;br /&gt; lampu meja dapat terhubung ke Control Socket dan PC, sebuah Monitor dan Printer dapat dihubungkan ke Switched Socket dan akan berjalan setelah lampu diaktifkan. jika Mematikan lampu, semua peralatan yang disebutkan di atas akan secara otomatis dimatikan.&lt;br /&gt;Aplikasi lebih lanjut adalah kontrol dari HiFi Power Amplifier  di pasangkan ke Control Socket, misalnya: CD player, Tape Recorder, dan Tuner di Sockets Switched. Biasanya, trailing soket ditempatkan ke bagian belakang peralatan, sering di tempat-tempat yang tidak mudah terjangkau, sehingga, bahkan jika soket memiliki sebuah saklar, jauh lebih mudah untuk menyalakan dan mematikan HiFi dari penguat utama itu sendiri.Waktu Ampli di matikan akan mematikan Rangkaian lain&lt;br /&gt;Rangkaian ini bisa di fungsikan ke komputer-monitor-printer dll,Namun penggunaan lampu meja terpasang pada Socket Kontrol utama , seperti yang dijelaskan di bawah ini.&lt;br /&gt;Bahkan, sangat sensitif sirkuit ini berfungsi dengan baik ketika memiliki peralatan lengkap switch melanggar seperti lampu, latihan, sebagian besar daya amplifier, radio tua, TV tua, kipas angin, hampir semua peralatan rumah tangga listrik dan lain-lain yang dipasang di Control Socket. Hal ini karena perangkat ini memiliki tombol yang sepenuhnya tidak termasuk sirkuit internal dari induk.&lt;br /&gt;Sayangnya, perangkat modern seperti komputer, monitor, CD player, radio dan TV baru-baru ini set (biasanya didukung oleh sarana internal &quot;switching&quot; ), saklar daya tidak sepenuhnya mengisolasi sirkuit internal dari utama, sebagai transien suppressors dan lainnya komponen tetap pada rangkaian. Ini menyebabkan arus yang sangat kecil mengalir di penginderaan sirkuit, tetapi cukup untuk memicu output Triac.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, perangkat diaktifkan akan tetap selalu aktif, tidak peduli apakah alat kontrol aktif atau nonaktif. Ini bisa juga terjadi ketika perangkat yang terhubung ke induk dengan cara di plug-in, power supply adapter digunakan sebagai peralatan kontrol, karena kurangnya fungsi saklar induk.&lt;br /&gt;jadi rangkaian ini berfungsi sebagai pengaman beban Otomatis, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerjanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam buah dioda (D 1.....6) tersambung secara seri ke Control Socket. Arus yang ditarik oleh perangkat dipasang ke soket ini dimana arus mengalir melalui dioda beban awal, menyebabkan jatuh tegangan sekitar 2V. Tegangan ini, dibatasi oleh R1, drive Gerbang D7 Triac, pada gilirannya, akan beralih ke soket output.&lt;br /&gt;C1 dan R2 membentuk apa yang disebut &quot;jaringan Snubber&quot;, membantu untuk menghilangkan switching transien yang dihasilkan oleh beban induktif.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/672404674840791604/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/otomatis-socket-1000-watt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/672404674840791604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/672404674840791604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/otomatis-socket-1000-watt.html' title='Otomatis Socket 1000 watt'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3bWRLvjIhI/AAAAAAAAAqU/41aObLd-zuE/s72-c/Smart.GIF" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-3570556870614013277</id><published>2010-02-11T23:01:00.007+07:00</published><updated>2010-02-11T23:21:27.416+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hobby"/><title type='text'>Sirkuit dengan Alarm</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3QtmDXVA8I/AAAAAAAAAqM/Bd0qAiEIP78/s1600-h/12.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 371px; height: 400px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3QtmDXVA8I/AAAAAAAAAqM/Bd0qAiEIP78/s400/12.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5437020781904462786&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengaman Mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3QsN7ZaGjI/AAAAAAAAAqE/2P5n2Y2XsvI/s1600-h/6.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 253px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3QsN7ZaGjI/AAAAAAAAAqE/2P5n2Y2XsvI/s400/6.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5437019267937212978&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Air sudah penuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3QqUd3fCnI/AAAAAAAAAp8/WZPnFxOeCtk/s1600-h/2.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 229px;&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3QqUd3fCnI/AAAAAAAAAp8/WZPnFxOeCtk/s400/2.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5437017181246130802&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengaman regulator/adaptor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaman Mobil:&lt;br /&gt;Radio FM ini dikontrol alarm anti pencurian dapat digunakan dengan semua kendaraan yang memiliki 6 - to 12-volt DC supply system. Mini VHF, FM pemancar dipasang di kendaraan pada malam hari saat mobil yang diparkir di teras atau parkir. Unit penerima dengan CXA1019, IC satu radio FM berbasis modul, yang tersedia secara bebas di pasar pada tingkat yang wajar, disimpan di dalam. Penerima disetel ke frekuensi pemancar. Ketika pemancar adalah pada dan sinyal yang diterima oleh penerima radio FM, tidak ada suara mendesis tersedia pada output penerima. Dengan demikian transistor T2 (BC548) tidak melakukan. Hal ini mengakibatkan relay driver transistor T3 mendapatkan dasar yang maju bias via 10k resistor R5 dan relay akan aktif. Ketika seorang penyusup mencoba mengemudikan mobil dan membawanya beberapa meter dari beranda mobil, hubungan radio di antara mobil (pemancar) dan alarm (receiver) is broken. Akibatnya modul radio FM mendesis gen-tingkat kebisingan. Sinyal AC mendesis digabungkan untuk relay switching circ-uit via audio transformator. Sinyal AC tersebut diperbaiki dan disaring oleh diode D1 dan kapasitor C8, dan hasil tegangan DC positif memberikan bias maju ke transistor T2. Dengan demikian transistor T2 melakukan, dan itu menarik dasar relay driver transistor T3 ke ground level. Demikian relay mendapat de-diaktifkan dan alarm terhubung melalui N / C kontak relay diaktifkan. Jika, secara kebetulan, si penyusup tahu tentang alarm dan memutuskan hubungan nirkabel pemancar dari baterai, remote alarm masih tetap diaktifkan karena tidak adanya sinyal, penerima mendesis terus menghasilkan suara di output. Jadi alarm pencuri bodoh-bukti dan sangat dapat diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Air sudah penuh:&lt;br /&gt;Sirkuit ini tidak hanya menunjukkan jumlah air yang ada di atas tangki, tetapi juga memberikan alarm bila tangki sudah penuh.&lt;br /&gt;Rangkaian menggunakan banyak tersedia CD4066, IC CMOS beralih bilateral untuk menunjukkan tingkat air melalui LED.&lt;br /&gt;Ketika air kosong kawat di dalam tangki hubung terbuka dan resistor 180K menarik saklar rendah maka pembukaan saklar dan LED OFF. Ketika air mulai mengisi, pertama kawat di dalam tangki terhubung ke S1 dan penawaran + disingkat oleh air. Ini menutup saklar S1 dan mengubah LED1 ON. Ketika air terus mengisi tangki, yang LEDs2, 3 dan 4 menyala secara bertahap.&lt;br /&gt;The no. dari tingkat indikasi dapat ditingkatkan hingga 8 jika 2 CD4066 IC digunakan dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;Ketika air sudah penuh, dasar transistor BC148 ditarik oleh tinggi air dan jenuh ini transistor, mengubah bel ON. SPST saklar yang harus dibuka untuk mengubah bel MATI.&lt;br /&gt;Ingatlah untuk putar saklar ON sementara memompa air jika tidak, bel tidak akan terdengar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaman Regulator/adaptor:&lt;br /&gt;Sebagian besar indikator kegagalan pasokan listrik sirkuit memerlukan catu daya terpisah untuk mereka sendiri. Tapi rangkaian alarm yang disajikan di sini tidak memerlukan sumber pasokan tambahan. Mempekerjakan sebuah electrolytic kapasitor untuk menyimpan muatan yang memadai, untuk memberi makan listrik ke rangkaian alarm yang membunyikan alarm untuk jangka waktu yang wajar ketika pasokan gagal.&lt;br /&gt;Rangkaian ini dapat digunakan sebagai alarm untuk pasokan listrik di kisaran 5V dengan 15V.&lt;br /&gt;Untuk mengkalibrasi rangkaian, pertama menghubungkan catu daya (5 sampai 15V) maka bervariasi potensiometer VR1 sampai bel masuk dari pada off.&lt;br /&gt;Setiap kali pasokan gagal, resistor R2 menarik basis transistor rendah dan jenuh itu, mengubah bel ON.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/3570556870614013277/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/sirkuit-dengan-alarm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3570556870614013277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3570556870614013277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/sirkuit-dengan-alarm.html' title='Sirkuit dengan Alarm'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S3QtmDXVA8I/AAAAAAAAAqM/Bd0qAiEIP78/s72-c/12.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-7547921727965800654</id><published>2010-02-07T08:47:00.004+07:00</published><updated>2010-02-07T09:12:34.970+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Triks"/><title type='text'>Reparasi sendiri..yuk.</title><content type='html'>Triks memperbaiki peralatan listrik di rumah, Mustahil kan buat yang ngak begitu paham masalah peralatan Elektronika, satu persatu akan kujelaskan secara mendetail masalah Elektronik di Rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1, jika tidak mau panas.coba di lihat apakah lampu yang berwarna kuning ( di bodi setrika)itu menyala, kalau padam  lepaskan dulu stop kontak dari listrik, sediakan peralatan , Tespen (itu yang mirip Obeng tetapi bisa menyala), lepaskan Kabel setrika dari bodinya. lalu kabel itu di colokkan lagi , tes kabel salah satu biasanya menyala, kalau menyala jabut kembali terus posisinya kabel itu di balik, colokkan lagi tes memakai tespen, menyala ngak kalau tidak Kabel sudah putus, ganti baru pasang kembali ke posisinya kabel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2, lampu menyala tapi tidak panas. Buka body setrika itu.di dalam ada elemen, bentuk seperti hurup U, sebelum mengganti elemen itu bersihkan dulu di bagian switt otomatis, biasanya cenderung berkarat, jadi listrik tidak mau berkontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kipas angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa berputar, buka di bagian Dinamo, di situ biasanya ada skring kecil (seperti lidi warna putih) ganti saja itu, kalau tidak mau repot repot di hubung singkat saja tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remote.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tombol ada yang tidak berfungsi, buka tutup remot itu, caranya memakai barang yang pipih lalu tekan di celah itu hati-hati , kalau sudah terbuka lihat di bagian papan itu kalau kotor bersihkan memakai Alkohol atau bahan apa yang penting mengandung Alkohol,bersihkan memakai kapas asup secara perlahan-lahan sampai papan bersih,kalau sudah bersih biarkan kering dulu, lalu pasang kembali.OK....^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tape Deck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara ngak enak di dengar.trimbel ngak bersih atau naik turun nadanya..?kalau suara tidak bersih buka tutup depan di situ ada Head bentuknya putih, lihat diatas Head itu kalau kotor bersihkan memakai Alkohol (seperti bersihkan Remot), kalau suara naik turun itu masalah Karet penggerak , buka tutup Tape deck lihat di balik mekanik Tape deck itu , ada karet warna hitam .ganti dengan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VCD/DVD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering tidak mau membaca data CD, atau terkadang macet-macet. bersihkan memakai CD cleaner, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin cuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tidak bisa berputar.buka tutup belakang mesin cuci itu , lihat secara mendetail , biasanya kabel ada yang putus, kalau terputus pasang kembali dengan warna kabel yang sama,tetapi alau tidak duh...Dinamo  atau Swit ada yang tidak beres (ada baiknya memanggil orang yang memahami masalah ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitulah..triks senderhana..moga ada manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--Read more--&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/7547921727965800654/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/reparasi-sendiriyuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/7547921727965800654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/7547921727965800654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/reparasi-sendiriyuk.html' title='Reparasi sendiri..yuk.'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-4386385913094108981</id><published>2010-02-06T18:53:00.004+07:00</published><updated>2010-02-06T19:21:51.414+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blogger Com"/><title type='text'>Mengatasi Shoutmix error..?</title><content type='html'>Pertanyaan yang sering di tanyakan sesama Bloging..Bagaimana mengatasi Shoutmix error..?&lt;br /&gt;Banyak sehabat yang sering mengalami masalah ini di karenakan apa..? biarpun sudah meninggalkan jejak URL, tetap juga tidak masuk URL itu (tinggalkan pesan), jadi tidak dapat membalas yang meninggalkan pesan tersebut, walaupun posting hari ini agak tidak umum dengan yang selama ini kupostingkan,maklum bayak Sehabat yang menanyakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Purne Messages:&lt;br /&gt;Walaupun agak begitu disanyangkan tetapi bermanfaat , Hapus semua file yang tersimpan di Shoutmix, di refles ulang.jadi Shoutmix seperti baru digunakan (mirip progam file yang tersimpan di CPU , kalau kebanyakan kan lambat/error )&lt;br /&gt;Caranya adalah:  &lt;br /&gt;-login ke &#39;Shoutmix.com&#39;.&lt;br /&gt;-Pada bagian kotak General pilihlah &#39;Prune Messages&#39;.&lt;br /&gt;-Pilih delete All Messages.&lt;br /&gt;-Masukkan Password lalu Klik apply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Ganti sementara dengan fasilitas lain:&lt;br /&gt;Dengan cara di atas akan kembali normal lagi, tetapi secara berkala sering error, ada bainya di ganti dengan fasilitas lain selain Shoutmix.&lt;br /&gt;-http://shoutbox.widget.me&lt;br /&gt;copi kode dan gantikan sementara Shoutmix Sehabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat ..</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/4386385913094108981/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/mengatasi-shoutmix-error.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/4386385913094108981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/4386385913094108981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/mengatasi-shoutmix-error.html' title='Mengatasi Shoutmix error..?'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-864959408762303604</id><published>2010-02-04T21:06:00.003+07:00</published><updated>2010-02-04T21:41:52.506+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>TV problem</title><content type='html'>Toshiba : mati total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Cek tegangan AC masuk ke bagian Diode Brigde.ada Elco 220uf/400 volt.cek tegangan di situ harus 300 volt DC.jika tegangan tidak masuk cek Fuse (3 amp.220 volt), kalau Fuse putus lagi .cek Diode Brigde itu. walaupun agak jarang tetapi pernah memperbaiki TV yang kerusakan di Bagian Diode Brigde.kalau langkah sudah benar lepaskan Dulu STR/Transistor bagian Regulator output.coba hidupkan TV harus ada tegangan 300 volt di bagian Elco 220/400 volt itu, kalau ada buang tegangan itu.caranya kontak langsung saja Positif dan Negatif.hati hati biasanya ada suara meletus itu tidak apa-apa.&lt;br /&gt;  Pasang kembali STR/Transistor bagian Regulator output.coba nyalakan TV kalau TV tetap ngak hidup (fuse putus lagi ) curigai bagian itu STR/Transistor Regulator.kalau tegangan masuk ke Elco 220/400 volt.dan TV tetap tidak mau menyala.lihat dengan seksama biasanya ada Resistor 220K x 2 berfungsi sebagai Driven Basis Regulator.cek Resistor itu Resistor pertama ada tegangan sekitar 65 volt dan ke dua (Driven out) sekitar 2...4 volt.kalau tegangan tidak ada Resistor di lepaskan dulu ukur apakah putus (resistor kalau putus sering tidak kelihatan, kebanyakan terbakar), dan setelah semua tegangan sudah normal di bagian driven, tetapi tetap ngak mau menyala di bagian Regulator..?, cek bagian Output Regulator itu.&lt;br /&gt;   Pertama di tegangan 115 volt. tegangan ini berfungsi sebagai penggerak Horisontal, ukur kaki Elco 100/160 volt apakah terpotrek/terhubung singkat..?kalau terhubung singkat coba lepaskan dulu jalur yang menuju Transistor Horisontal (biasanya ada Resistor beban), untuk mempelajari lebih mendetail yang penggeraknya memakai STR di sini: &lt;a href=&quot;http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/catatan-bengkel.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;, dan untuk yang model Transistor di sini: &lt;a href=&quot;http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problempolytron.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;walaupun ada perbedaan di bagian Regulator tetapi primsip kerjanya sama. setelah di lepas Resistor itu (resistor beban yang ke Horisontal) ukur kembali kaki Elco itu 100/160 volt jika normal ( tidak terhubung singkat) nyalakan TV kalau ada tegangan 115 volt, bagian Regulator sudah bekerja.Power ON.&lt;br /&gt;  Kedua: setelah langkah pertama di kerjakan  (Regulator ON ), di teruskan ke bagian Horisontal.cek bagian Transistor Horisontal itu., caranya lepaskan dulu Transistor itu. lalu pasang kembali Resistor beban 115 volt.coba ukur kaki di bagian Kolektor Horisontal jika ada tegangan 115 volt bagian Horisontal Normal ( Fiblack ), cek Transistor Horisontal. kalau tidak ada tegangan ,curigai Capasitor di bagian Horisontal Output.2000 volt (bentuk Pipih biasanya warna merah )kalau Capasitor normal semua langkah Terakhir Fiblack sudah Kongslet. &lt;br /&gt;  Ketiga: bagian Horisontal sudah di ganti , Transistor dan di bagian Horisontal Output. nyalakan TV jika hidup. tegangan ke Horisontal sudah normal. ini yang agak jarang kerusakan , waktu Transistor Horisontal di pasang ada suara mendengung, gambar kiri kanan tidak penuh, kerusakan ini ada 2 macam: di bagian Fiblack dan Yoke.jika menjumpai kerusakan seperti ini pertama curigai dulu Yoke. ( biasanya ada bau terbakar) dan yang kedua Fiblack biarpun jarang tetapi pernah juga menjumpai kerusakan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;``Oke...trima kasih mau sejenak membaca posting hari ini, kalau ada saran dan kritik kutunggu..``</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/864959408762303604/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/tv-problem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/864959408762303604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/864959408762303604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/02/tv-problem.html' title='TV problem'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-3760877352955301987</id><published>2010-01-25T23:16:00.003+07:00</published><updated>2010-01-25T23:44:53.855+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>TV Problem</title><content type='html'>Polytron 21`: Suara normal.gambar kiri kanan tidak penuh.&lt;br /&gt;Cek Yoke di bagian Horisontal Normal,Capasitor Horisontal Output 20n/200 kv terbakar.jika menghadaapi kerusakan seperti ini langkah awal cek di bagian Horisontal Output .cek di Capasitor Hig Volt.200 KV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polytron 29`: Mati total tetapi tegangan normal.&lt;br /&gt;Cek penggerak Driven Horisontal ke IC TDA 8361.tegangan VCC Hor harus 8 volt.jika tegangan masuk tetapi tetapi tetap tidak berfungsi , cek di bagian Osilator Horisontal ada Capasitor 1,5pf (milar). masalah ini tergantung model.kalu tegangan ke Driven Horisontal ada cek Transistor C2225 penggerak Horisontal (bukan Penguat), di bagan basis ada tegangan 1...3 volt.dan Kolektor ke Trafo (kecil) tegangan 75...90 volt dan Emitor 0 volt. curigai ini Transistor jika Transistor Horisontal dan Fiblack Bagus.Transistor C2225 ini kalau rusak tidak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony 21`: mati total.&lt;br /&gt;cek DZ R2M (115 volt).kalau DZ sudah diganti, TV jangan langsung dinyalakan Capasitor di bagian Regulator 220/50 dan 4,7/50 harus diganti dulu (tergantung model).jika bagian regulator sudah diganti (capasitor), Tegangan yang menuju Horisontal di lepas dulu (ada R 1 ohm/fuse)coba di ganti memakai beban lampu 50 watt.tes dulu tegangan itu (115 volt) biarkan sampai beberapa menit.tes tegangan itu harus 115 volt, jika belum normal tegangan itu cek di bagian Regulator. elco boleh di ganti dengan yang lebih kecil.sampai tegangan Horisontal 115 volt stabil,jika sudah normal 115 volt stabil pasang kembali (R 1 ohm/fuse)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeewo 21` : Warna berubah rubah.&lt;br /&gt;awalnya kerusakan di bagian IC video ternyata normal.curigai di Fiblack .di bagian bosst up itu (berfungsi sebagai penambah daya Fiblack )ada Elco 10/160 volt.(tergantung model )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konka 21`.Garis mendatar suara normal.&lt;br /&gt;cek IC vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thosiba 21` gambar normal.suara timbulnya lama.&lt;br /&gt;cek Speaker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siera 29 `.mati total.&lt;br /&gt;cek Resistor penggerak regulator 220kx2 dan Tr c 1815.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TV China .masalah Regulator kebanyakan kerusakan di karenakan tegangan yang ke Optoculler (sebagai pembalik tegangan 115 volt) itu mendapat tegangan tidak stabil.di dekat Optoculer ada Transistor model A..., gejala kerusakan biasanya tegangan naik lebih dari tegangan normal 115 volt.jika mendapati kerusakan seperti ini cek di Elco 100/160 volt dan Transistor A...(dekat Optoculler)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK.........nanti nyambung...</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/3760877352955301987/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problem_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3760877352955301987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3760877352955301987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problem_25.html' title='TV Problem'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-7396995621164076779</id><published>2010-01-24T22:32:00.007+07:00</published><updated>2010-01-24T22:42:12.121+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronik"/><title type='text'>Elektronik</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xqDaP46HI/AAAAAAAAAps/0Fxwaqt6CUA/s1600-h/01051.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 371px; height: 400px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xqDaP46HI/AAAAAAAAAps/0Fxwaqt6CUA/s400/01051.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5430331857520093298&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xpy0Fg3lI/AAAAAAAAApk/6UlqYvLK2K8/s1600-h/01057.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 353px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xpy0Fg3lI/AAAAAAAAApk/6UlqYvLK2K8/s400/01057.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5430331572398120530&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xpjIyrRVI/AAAAAAAAApc/wTLE_M7vtSA/s1600-h/01049.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 220px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xpjIyrRVI/AAAAAAAAApc/wTLE_M7vtSA/s400/01049.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5430331303078348114&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xpQriKL2I/AAAAAAAAApU/X7ZC03uPYaM/s1600-h/01046.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 359px;&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xpQriKL2I/AAAAAAAAApU/X7ZC03uPYaM/s400/01046.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5430330985986797410&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xo-Hd_4JI/AAAAAAAAApM/DowalOenlpk/s1600-h/01056.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xo-Hd_4JI/AAAAAAAAApM/DowalOenlpk/s400/01056.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5430330667068022930&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/7396995621164076779/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/elektronik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/7396995621164076779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/7396995621164076779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/elektronik.html' title='Elektronik'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1xqDaP46HI/AAAAAAAAAps/0Fxwaqt6CUA/s72-c/01051.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-4940377653770317198</id><published>2010-01-21T12:35:00.005+07:00</published><updated>2010-01-21T13:08:18.815+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>Catatan Bengkel..</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1fp57PH1UI/AAAAAAAAApE/7npRHNGiba4/s1600-h/secondary+diode2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 400px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1fp57PH1UI/AAAAAAAAApE/7npRHNGiba4/s400/secondary+diode2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5429065057181357378&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat diagram diatas merupakan sebuah Regulator merk Golstar.memang merk itu kebanyakan cenderung kerusakan di bagian Regulator, banyak juga yang kalau kita ganti masih juga jebol,Oke akan ku jelaskan setiap fungsi -fungsi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1, Start UP Voltage tapped from AC line : berungsisebagai penyulut tegangan Rendah biasanya di sini masih sinyal AC 220 volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2, Start UP Resistor: Berfungsi sebagai penurun tegangan ada resistor 2 biji kebanyakan nilai resistor itu 220 k (tergantung model ).tegangan Resistor itu masuk ke kaki Transistor 2SC 3852.di situ di bagian Basis ada DZ.6,8 volt. itulah yang berfungsi sebagai penyetabil tegangan.jika DZ/TR kongslet akan menaikkan tegangan ke IC STR itu.jadi kenapa kalau di ganti baru masih juga jebol IC itu,solusinya ganti dahulu DZ di perkecil lebih baik dan Transistor 2SC 3852.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagram di atas terdapat di TV merk Goldstar.kalau menemukan gejala TV mati total, &lt;br /&gt;cek:&lt;br /&gt;STR 6707 &lt;br /&gt;Resistor 18 ohm 15 watt&lt;br /&gt;dan DZ 6,8.sama Transistor 2SC 3852&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVD.&lt;br /&gt;nih gue heran juga DVD masih baru sudah..Rusak ^_^baru usia 2 minggu sudah ngak mau nyala, tetapi regulator normal. cek di IC yang memakai Socket.biasanya kaki ada 8. ganti saja itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LG 20`: ada suara Gemeretak Fiblack Bocor.&lt;br /&gt;Tegangan tinggi bocor,sediakan Selang kecil (seukuran kabel fiblack dan besa), sama lem Dextone.caranya lepaskan dulu Kop/topi Fiblack . lalu selang (besar) di masukkan usahakan sampai ke bawah di kabel Kop itu.setelah itu, campur lem Dextone.dengan perbandingan Hitam 60 dan putih 40.aduk sampai rata.lalu di masukkan ke celah selang itu sekalian selang di pijit-pijit biar lem terus turun ke bawah..(jangan mikir Porno yah..^_^.).setelah penuh, ambil lagi selang yang ukuran sama  dengan kabel Fiblack. masukkan sampai ke Lembagian atas itu. Biarkan sampai kering.(1 jam cukup ).pasang kembali Kop Fiblack.OK nyalakan TV...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya.gitulah..kesibukan gue..Bongkar-bongkar..^_^kalau ada saran tinggalin pesan..ya...</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/4940377653770317198/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/catatan-bengkel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/4940377653770317198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/4940377653770317198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/catatan-bengkel.html' title='Catatan Bengkel..'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S1fp57PH1UI/AAAAAAAAApE/7npRHNGiba4/s72-c/secondary+diode2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-3637208792371726903</id><published>2010-01-18T19:34:00.003+07:00</published><updated>2010-01-18T19:52:23.259+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>CD,VCD dan DVD rewel..nih solusinya.</title><content type='html'>Oke..langsung aja deh. kebanyakan masalah CD,VCD dan DVD (ku singkat aja CD yah...).cenderung sulit membaca kaset Ok ke topik kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1, CD , Biasanya cenderung kuat masalah Optic kalau membaca sulit atau lama, asal tidak no disc, coba trik ini.sediakan kain kasa, itu lo yang mirip dengan sikat...heheheh..jangan pake sikat beneran yah..repot nanti.lalu potong kecil aja , ambil sebatang lidi ,belah lidi itu,dan lalu kain itu di selipkan ke lidi itu.paham kan..jadi mirip sikat.^_^.kuaskan perlahan -lahan jangan di tiup,dikuas saja sampai kotoran bersih.. OK..coba kembali CD itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2, VCD, jika loading lambat.atau sulit membaca .di bersihkan seperti tulisan di atas ( CD ).jika sudah bersih tetapi masih juga membaca lama.coba lihat di bawah Optic/belakang  Optics.ada setelan putar sedikit saja.berlawanan jarum jam (mutar ke kiri) ingat ya jangan ke kanan..OK coba lagi VCD itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3, DVD, kalau memutar CD/VCD bisa tetapi kalau memutar DVD ngak bisa,cek bagian Dinamo penggerak Kaset.ganti aja itu, di karenakan putaran DVD kan butuh putaran cepat.bukan lambat.igat masalah ini.kalau menemui gejala seperti ini janagn langsung Ganti Opticnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika langkah semua telah di coba .ya.....Optic.. nya...habis deh..^_^..cara memasang Optic baru.harus memakai kabel.di lilitkan di tangan.dan yang satunya ke Groud.kenapa di karenakan Tubuh kita kan memuat Tegangan.kalau ngak memakai Kabel , boleh asal badan tidak terkontak dengan bahan yang mengandung Tegangan.waktu memasang bagian Otics biasanya ada solderan yang terhubung (di belakang Optics ) itu jangan di buka dulu, kalau Optics sudah terpasang dengan Kabel baru di buka itu solderan ...Ok moga berfanfaat..trik senderhana ini..kalau ada yang butuh saran...tinggalin pesan .</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/3637208792371726903/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/cdvcd-dan-dvd-rewelnih-solusinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3637208792371726903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3637208792371726903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/cdvcd-dan-dvd-rewelnih-solusinya.html' title='CD,VCD dan DVD rewel..nih solusinya.'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-3424825033944197724</id><published>2010-01-17T00:20:00.003+07:00</published><updated>2010-01-17T00:47:01.991+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>TV Problem</title><content type='html'>OK seperti biasa deh..kalau 1 minggu akan mecatatkan setiap Kerusakan dan Problem perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SONY 21`: Layar transkrip , mirip gigi gergaji. tetapi bukan masalah Vertikal,memang awalnya kerusakan spertinya terdapat di bagian vertikal, tetapi setelah di cek secara mendalam terdapat kerusakan di bagian Sikronasi,cek elco 470/50 volt.di situ ada tegangan 8 volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AIWA 20`: Dapat menangkap siaran tetapi ngak stabil.terkadang normal terkadang geser sendiri, Tuner Normal.tegangan normal.cek di bagian IC penala UHF, VHF high dan VHF low.ic sudah terpotrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBM Monitor 17`: Mati total cek di bagian Mosfet IRF 60.berfungsi sebagai penguat Koil yang berfungsi juga sebagai penaik tegangan.untuk masalah Monitor komputer akan ku tuliskan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polytron 21`: Mati total cek di bagian Regulator. F 7 um, sdah diganti tetap juga ngak mau menyala, cek juga bagian Transistor A1085 dan C1815, berfungsi sebagai diagram flip-flop.ada baiknya kalau memperbaiki bagian in semua Transistor diganti saja, dikarenakan saling berkaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polytron 21`: Layar atas tidak penuh.cek scara mendetail bagian Vertikal normal.setelah di cek di Yoke ,kumparan Yoke bagian Vertikal terbakar.???? ada yang salah masalah ini kebanyakan bagian Horisontal yang terbakar ,setelah ku teliti secara mendetail.Kumparan terlalu rapat dekat bagian inti besi, mudah tergores.dengan bagian besi itu.kalau ganti baru di kasih FLUX..dulu bagian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TV CINA.21: Mati total. cek di bagian Regulator .Transistor D 1885 (atau sejenis ) biasanya setiap diagram TV ini sama semua, biarpun berbeda merek,kalau akan mengganti TR itu, cek dulu bagian Optoculer di situ ada TR A1015 (atau sejenis ) ganti dulu, terkadang kalau rusak sering menaikkan tegangan 115.dan cek juga baian Elco di Horisontal 100/160 volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomson 21`: Mati total.cek di bagian Regulator ada R 120 k 2 biji  1/5 watt.ganti semua R itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RCA 29` : Garis kiri kanan melengkung.(cacat bantal) cek di bagian Horisontal Output, ada Diode tegangan tinggi ( terbakar).kalau tidak dapat Diode itu boleh di ganti dengan BY 44 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thosiba 21` Dramatic : Suara terkadang normal terkadang sering Gaduh. awalnya kukira bagian IC amplifiler dan IC Audio, tetapi setelah di cek memakai VCD/DVD suara normal ,cek secara mendetail di bagian Filter 5,5 Mhz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....Thanks..sudah membaca kalau ada saran ku tunggu...</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/3424825033944197724/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3424825033944197724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/3424825033944197724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problem.html' title='TV Problem'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-2919375131995965189</id><published>2010-01-12T21:25:00.004+07:00</published><updated>2010-01-12T22:15:59.472+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Triks"/><title type='text'>Cara memasang mesin TV.</title><content type='html'>Bagaimana cara memasang mesin TV scara aman , akan ku terangkan berdasarkan pengalaman gue ..ok kalau ada teman yang mau menambai ..Kutunggu koreksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang perlu di sediakan .&lt;br /&gt;1.Mesin TV yang masih baru (mesin TV merk TANAKA atau WANSONIC )&lt;br /&gt;2.Tabung/CRT yang sudah tidak di pakai tetapi masih bisa di gunakan.&lt;br /&gt;3.Peralatan standar &lt;br /&gt;dan yang perlu di perhatikan , kebanyakan masalah Tabung cenderung , ada 2 macam leher kecil dengan kaki 7 dan leher besar dengan kaki 9.pada dasarnya itu sama saja, biasanya di mesin yang baru cenderung cocok buat leher besar.jumlah kaki 9,kalau akan memasang di leher kecil.socket harus di samakan dengan Tabung itu, di sini ( PCB SOCKET) sudah tersedia ( mesin TV ada socket tetapi model leher besar)  tinggal di lepas dan di ganti dengan yang kecil,tetapi ada baiknya jika socket yang lama masih bagus di pergunakan saja itu.dan Tabung terdapat juga ``Yoke`` , jangan di lepas ``Yoke`` itu tetap di pakai.&lt;br /&gt;yok..kita bongkar..satu persatu.&lt;br /&gt;Pertama: lepaskan dulu Topi Fiblack/KOP, cara yang aman sediakan kabel.di lilitkan ke obeng yang pipih.dengan pegangan plastik tebal atau kayu dan kabel yang satu di taruh di Groud Tabung/CRT.biasanya di situ (tabung) ada kabel melintang.lilitkan ke situ.lalu tusukkan saja obeng pipih tadi ke dalam KOP, cenderung ada suara meletus.itu ngak apa-apa di karenakan membuang tegangan yang masih tersimpan di Tabung itu.kalau sdah terbuang semua . lepaskan KOP itu.&lt;br /&gt;Kedua.jabut Socket Tabung .caranya jangan di gerakkan kekiri dan kanan, tetapi pelan pelan di tarik jangan di paksakan yah...awas mudah pecah...repot nanti,kalau sudah terlepas bersihkan kaki/pin tabung itu..dan lepaskan juga kabel ``Yoke``potong saja kabel itu.dari kaki kaki Yoke.&lt;br /&gt;Ketiga: sediakan mesin TV. lihat dulu bagian SOCKET apakah sama kalau sama.yang pertama ukur di bagian ``Vilemen/Heater.itu lo...yang mirip lampu.liahat scara mendetail.Buat leherbesar cenderung di atas.dan leher kecil di bawah.ukur dulu setiap kaki kaku ada yang terhubung itulah bagian Vilemen/Heater.cek lagi kalau kaki Socket yang baru sama dengan kaki di Tabung berarti bisa di pergunakan.biasanya socket bisa masuk, kalau tidak bisa ganti dengan socket yang bawaan tabung itu.jalur bisa di lihat dari kaki kaki PCB.yang lama( mesin yang pertama) dan yang baru (mesin TV yang baru )sambung kan scara satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R itu Rot atau Merah sebagai penggerak warna merah, &lt;br /&gt;G, Gren atau Hijau sebagai penggerak Hijau dan &lt;br /&gt;B, Blue atau Biru,sebagai penggeak warna Biru.&lt;br /&gt;H,Heater.sebagai pemanas Vilemen ya..Lampu gitu..^_^ mirip senter.&lt;br /&gt;G 1.sebagai pengatur,Screnn.penambah terang.dan GROUD..MASA.ini yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasang bagian MASA ini, ingat jangan sampai lupa,masukkan socket ke Tabung.perlahan lahan..sampai rapatdan pasang juga bagian ``Yoke``caranya bisa di lihat di Yoke tersebut.dari yang pertama dilepaskan (kaki yoke di mesin yang pertama bukan yang baru)tetapi kalau tidak ada mesin yang aslinya, jangan pusing..kubantu ya.&lt;br /&gt;kaki Yoke biasanya ada lima pin.cari yang 2 pin saling terhubung itu bagian HORISONTAL dan 3 kaki yang terhubung itu bagian VERTIKAL.atau biasa di lihat dari posisi.yang dekat tabung biasanya Vertikal(3 kaki) dan yang dekat Leher Tabung itu Horisontal (2 kaki).pasang kabel yang baru (dari mesin TV yang baru beli).yang merah tebal itu bagian Horisontal Output.dan yang hijou untuk Horisontal dan yang warna Biru dan putih  itu Vertikal, ingat jangan sampai terbalik yah.bisa terbakar nanti.pasang kaki kaki kabel yoke itu dan masukkan ke pin yang tersedia.ke mesin biasanya ada pin 4 dan yang kabel merah tebal sendiri, ini berguna buat mengatur kelebaran layar.jadi masangnya nanti.&lt;br /&gt;jika langkah semua telang selesai.cek dulu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Groud/masa.&lt;br /&gt;2.kabel KOP/Topi tabung&lt;br /&gt;3.bagian Fokus. biasanya sudah terpasang di socket.&lt;br /&gt;4.Screnn.&lt;br /&gt;5.Yoke.kabel tebal warna merah dipasang di pin yang di sediakan dekat dengan Fyblck ada 4 kaki.taru di posisi 2/3jika nanti kurang lebar atau kecil bisa di pasang dengan posisi yang Pas.&lt;br /&gt;6.cek dengan seksama.bagian progam apakah sudah terpasang dengan benar, jika sudah OK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tunggu...dulu....rilek bentar yah...ngopi..mau...^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok lanjutkan.sebelum menyalakan TV itu.ingat minimalkan bagian SCRENN..ingat ya bagian SCRENN di matikan/minimal.nyalakan TV dekatkan tespen ke Fyblack,kalau nyala terang TV sdah bekerja,ups..kog gelap.tenag ..ya.putar pelan pelan bagian SCRENN.jangan di paksakan ..kelebihan repot..nanti.kalau layar sudah terang.janganterlalu terang sedang saja.bisa di lihat dari OSD kalau OSD atau penampil terang berarti stelan sudah bagus.&lt;br /&gt;lalu pasang kabel antena. cari progam secara otomatis...Srupp..ngopi..merokok..boleh to...^_^ , kalau sudah selesai mencari progam.cek gambar.caranya matikan bagian warna.kalau gambar Hitam putih stelan sudah PAS, tetapi kalau gambar cenderung warna merah..Biru atau hijau.masuk ke mode servis.caranya pelankan volume sampai nol.lalu tekan 6568,akan masuk mode servis.(di buku petunjuk ada keterangan ) normalkan semua sampai warna menjadi hitm putih.kalau semua sudah normal.keluar dari mode servis.cek..lagi......TV baru..nih....</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/2919375131995965189/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/cara-memasang-mesin-tv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/2919375131995965189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/2919375131995965189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/cara-memasang-mesin-tv.html' title='Cara memasang mesin TV.'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-5210021727809733100</id><published>2010-01-11T22:18:00.006+07:00</published><updated>2010-01-11T22:57:54.951+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>SONY...29`</title><content type='html'>Barusan tadi siang dapat order nih..TV SONY 29, mati total..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama .cek bagian Horisontal, terdapat sebuah DZ 115. (mungkin tergantung model TV ), tes DZ itu , ngak terpotrek.hm....berarti tegangan normal.ku lepaskan Resistor beban 2 watt, buat Transistor Horisontal ( tegangan 115 volt)di situ kukasih beban lampu 50 watt. ku on kan lampu menyala.OK regulator normal.analisa gue ngak ada masalah sama bagian Regulator, &lt;br /&gt;ku telusuri bagian penggerak Horisontal.pertama .Trafo Driven Horisotal.cek bagian Primer . tegangan di dapat dari Resistor 47K/ 5watt.tegangan masuk 115.dan tegangan keluar ke kumparan 40 vlt (posisi ON ) dan 115 volt (posisi STB).tes Transistor Driven itu. cek bagian Basisi , tegangan masuk skitar 2 volt. dan Emitor 0 dan colektor ..40 volt.masalh ini spertinya ngak ada yang terpotrek, tapi kog tetap ngak nyala juga..nih.&lt;br /&gt;terus...Rokok...sek...hehehehe ..ok terusin nih..keluaran di Trafo itu yang ke Basis Transistor Horisontal kulepas..kukasih Diode 1amp.ku cek kog ngan ada tegangan biasanya ada tegangan ..masuk 4 volt , ku curigai Trafo itu, ku buka selubung  trafo...walah...wes...gosong..ku coba memakai model lain mash juga ngak fungsi ya..gulung sendiri capek juga&lt;br /&gt; pertama: cari trafo bosster. ambil saja bagian sekunder cocok tuh diameter lilitan itu .kugulung dengan 70 lilitan. OK ku pasang kembali tes sejenak..tegangan..skitar 5 volt..hm..terlalu besar.kukurang 15 lilitan cek kembali ...3,6 volt.bolehlah..ku pasang kembali ke bagian Basis Transistor Horisontal.&lt;br /&gt;Nyala juga TV tapi..Kog ngak penuh.(kiri kanan tidak penuh) ku cek kembali semua tegangan.Horisontal: 115 volt. normal.Vertikal: 24volt.normal juga.dari analisa itu Fiblack dalam kondisi stabil.cek kembali di bagian Transpesium...Nah...ini dia...&lt;br /&gt;ok ku jelasan dulu soal Transpesium, istilah gue sih cacat bantal..itu tuh kiri kanan melengkung.bagian ini berfungsi sebagai penguat Yoke horisontal, biasanya menguatkan melalui jalur Negatif,( TV 29` ke atas memakai rangkaian ini )cek bagian penguat Transpesium memakai TR model PNP.bukan NPN.ku cek semua bagian itu..akhirnyaketemu juga..cuma Diode tegangan tinggi (model BY )sudah putus, ngak kelihatan kalau rusak.OK kuganti dengan persamaan ..GRESSSS.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wooooo...SONY...ngerepotin..puh.....^_^</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/5210021727809733100/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/sony29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/5210021727809733100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/5210021727809733100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/sony29.html' title='SONY...29`'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-5835529252351459930</id><published>2010-01-10T01:10:00.006+07:00</published><updated>2010-01-10T01:32:20.255+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>Coretan Bengkel</title><content type='html'>Beperapa hari ini begitu banyak kerjaan yang kuseleseikan walaupun tidak semua beres..tetapi sukurlah sudah separo yang terselesaikan, ada catatan kecil yang mungkin berguna bagi sesama rekan Servis..kalau ada yang perlu di koreksi, mohon saran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sharp Q Vision 20`: Layar bergetar terkadang tenang dan suara normal.&lt;br /&gt;-cek sikronasi di bagian horisontal ada TR C1213, E-C terpotrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panasonic 20` : layar biru bergetar getar dan suara normal.&lt;br /&gt;-IC bagian tune bagus, TR di input IC video terpotrek C287 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thosiba Bomba 21` : layar terlipat ke atas.&lt;br /&gt;-C pembalik fasa 1/50  dan C2,2/50 (tantalum) di driven IC Vertkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thosiba Dramatic 29` : tidak bisa ngankap siaran.&lt;br /&gt;-Tuner normal,tegangan penggerak tuning 5 volt.cek bagian DZ 33 volt dan R.beban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polytron stereo TXT 21` :Hilang warna tetapi sistim NTSC dan SECAM normal.&lt;br /&gt;-IC swit di bagian Croma, sdah tidak berfungsi cara mengetes mainkan fungsi sistim itu, lalu ganti X tal dengan nilai 4,5.MHZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samsung 14`:mati total lampu STB nyala.&lt;br /&gt;-DZ 125 ( R2M ) terpotrek. sebelum mengganti DZ ganti dulu C di bagian Regulator 2,2/50 dengan 1/50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITT 21` : mati total.&lt;br /&gt;-IC Vertkal mempunyai swit buat penggerak Frekfensi Horisontal, cek bagian IC Vertikal itu.kalau IC mati Fyblack tidak berfungsi biarpun teganagn Normal, 115 volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digitec 21` :nyala sebentar lalu mati dan lampu STB berkedip-kedip&lt;br /&gt;-Cek tegang penggerak Horisontal 50 volt, ada C ganti dengan nilai yang besar.10/100 volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...OK udah ya...Kritik Saran...tak tunggu.....</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/5835529252351459930/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/beperapa-hari-ini-begitu-banyak-kerjaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/5835529252351459930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/5835529252351459930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/beperapa-hari-ini-begitu-banyak-kerjaan.html' title='Coretan Bengkel'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-8058863755408137837</id><published>2010-01-07T14:38:00.004+07:00</published><updated>2010-01-07T15:02:46.015+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>TV Problem.Polytron</title><content type='html'>Polytorn mati total :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok sambung lagi nih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau langkah pertama sudah diselesaikan, tetapi tetap ngak bisa nyala TV itu, jangan menyerah ..ingat pengalaman lebih berharga dari pelajaran tetapi Pelajaran di perlukan di karenakan kegagalan...waduh kog malah menjauh dari Topik ...oke kita kembali dari topik itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cek bagian Horisontal Driven, biaanya ada Trafo kecil dengan Transistor standar C 1225.lepaskan bagian Basis Transistor Horisontal.lalu di kasih diode 1 amp. pasang dalam posisi positif. kiat cek.memakai multi tester , negatif Groud (kabel hitam) dan Positif merah.positif mengukur di keluaran Trafo itu biasanya ada tegangan 2,2 sampai 6 vcc ac.kalau tegangan ada tetapi tetap tidak mau nyala TV , Curigai Bagian `Fiblack.`&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau ngak keluar tegangan. ukur bagian Colector Transistor Driven terdapat tegangan skitar 45 volt dc ini jika nyala ( TV on ) dan 115 volt kalau TV off (stb)cek bagian itu, dan coba telusuri di Basis Transistor Driven.(tes dulu TR driven )&lt;br /&gt;kalau normal . telusuri di Input, biasanya jalur menuju ke IC TDA 8361.(tergantung model), coba nyalakan TV.kita cek di Bagian Basis Transistor Diven.tegangan masuk 2 volt. kalau ngak ada cek jalur yang ke IC.ukur bagian Horisontal Isolator. di situ ada tegangan 8 volt.kalau tegangan Masuk tetapi tetap ngak bisa nyala ganti aja tuh IC.tetapi kalau tegangan tetap tidak masuk ,  cari lagi...oke...merokok..ngopi.atau apa saja ...rilek bentar....yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok.. lanjutkan.langkah di atas sudah di telusuri.tetap ngak fungsi  ikuti jalaur tegangan 8 volt itu,dapat dari mana...?..tes di bagian Regulator ..di situ ada tulisan 12 volt.telusuri..jalur itu..kalau di perhatikan secara mendetail tegangan itu berfungsi ganda.sebagai Regulator Progam 5 volt (memakai DZ ) dan sebagai tegangan IC TDA 8361.telusuri jalur 8 volt tersebut akan masuk ke bagian Transistor C828 atau sejenis. TR ini berfungsi sebagai Switt otomatis dan penggerak switt adalah IC progam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara mengetes..hubung singkat kan saja bagian Basis dan Colektor.kalau TV nyala tetapi gambar layar Putih...berarti IC TDA 8361, masih fungsi. tetapi kalau TV tetap ngak yala biarpun tegangan sudah masuk 8 volt, yah..IC TDA sudah terpotrek ganti aja IC itu TDA 8361 dan  dibagian Progam nanti kulanjutkan.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/8058863755408137837/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problempolytron_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/8058863755408137837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/8058863755408137837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problempolytron_07.html' title='TV Problem.Polytron'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-8093037077455117072</id><published>2010-01-04T20:27:00.003+07:00</published><updated>2010-01-04T20:49:27.099+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reparasi"/><title type='text'>TV Problem.Polytron</title><content type='html'>Polytron: mati total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Langkah pertama: cek Fuse.dan Transisitor Regulator.jika terprotek/rusak ganti dengan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Setelah diganti komponen itu jangan di hidupkan dahulu, Lepaskan (Tr Horisontal) lalu di ganti dengan beban lampu (bolham) 50 watt.dengan cara memasang Positif dan Negatif.di sambungkan ke lampu itu.(ada baiknya memakai tempat lampu) jika sudah siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Langkah kedua: cek dahulu tegangan ke Elco penyearah tegangan tinggi 300 volt ( bagian regulator ada Elco 220 uf/400 volt) apakah terpotrek.jika terprotek curigai Diode penyearah AC, ( ada 4 biji atau model brigde)coba lepaskan .lalu di tes memakai meter analog/digital, kalau semua normal.curigai juga capasitor coupling.biasanya dekat sama diode itu,jarang rusak (pernah memperbaiki TV terprotek cuma masalah Capasitor ini).kalau semua sudah normal tidak terpotrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Langkah ketiga : Hidupkan TV biasanya lampu akan menyala redup itu normal (teg 115 volt)biarkan sebentar untuk mengetes bagian regulator.sampai panas semakin baik. biasanya satu jam sudah cukup untukmengetes Regulator itu.cek dengan seksama bagian tegangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horisontal : 115 Volt.&lt;br /&gt;Progam     : 12 Volt.  dan &lt;br /&gt;Audio      : 15 volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasanya di papan sudah ada petunjuk tegangan itu.usahakan harus sama.jangan terlalu besar.nanti merusak sirkuit lain (saling berhubungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Langkah ke empat : lepaskan Lampu itu lalu pasang kembali Transistor Horisontal.cek dengan seksama masalah perkabelan sudah terpasang dengan baik atau belum , usahakan bagian Negatif Tabung harus ke Negatif  mesin.dan cek bagian Topi Fiblack. harus tertutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ON kan TV.....^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung...</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/8093037077455117072/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problempolytron.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/8093037077455117072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/8093037077455117072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2010/01/tv-problempolytron.html' title='TV Problem.Polytron'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-216028212219910666</id><published>2009-12-30T13:02:00.004+07:00</published><updated>2009-12-30T13:06:04.019+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hobby"/><title type='text'>Fed Detector</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrtt7ar5PI/AAAAAAAAAnc/0OWnQyna2Tk/s1600-h/feddetsch.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 143px;&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrtt7ar5PI/AAAAAAAAAnc/0OWnQyna2Tk/s400/feddetsch.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5420906474793329906&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrtm-hmUZI/AAAAAAAAAnU/laHo_IuSTiM/s1600-h/feddet3.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 303px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrtm-hmUZI/AAAAAAAAAnU/laHo_IuSTiM/s400/feddet3.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5420906355368546706&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrtfCe0-GI/AAAAAAAAAnM/NCEzQ9u7f0s/s1600-h/feddet1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 246px;&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrtfCe0-GI/AAAAAAAAAnM/NCEzQ9u7f0s/s400/feddet1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5420906218991712354&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrtVFpdvEI/AAAAAAAAAnE/3GarjaQBMPA/s1600-h/feddet2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 328px; height: 400px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrtVFpdvEI/AAAAAAAAAnE/3GarjaQBMPA/s400/feddet2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5420906048042941506&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/216028212219910666/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2009/12/fed-detector.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/216028212219910666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/216028212219910666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2009/12/fed-detector.html' title='Fed Detector'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrtt7ar5PI/AAAAAAAAAnc/0OWnQyna2Tk/s72-c/feddetsch.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7188233899388172798.post-4017490222757742268</id><published>2009-12-30T12:30:00.004+07:00</published><updated>2009-12-30T12:33:48.531+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Audio"/><title type='text'>High  power amp 50 watt</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrmIJt60xI/AAAAAAAAAm8/h2TmiOAQ5kE/s1600-h/p19-pic.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 174px;&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrmIJt60xI/AAAAAAAAAm8/h2TmiOAQ5kE/s400/p19-pic.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5420898129215673106&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrl9HzHChI/AAAAAAAAAm0/CzurBaaIr0I/s1600-h/p19_fig3.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 234px;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrl9HzHChI/AAAAAAAAAm0/CzurBaaIr0I/s400/p19_fig3.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5420897939722013202&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrl2oywEvI/AAAAAAAAAms/Xuutl79iYu4/s1600-h/p19_fig2.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 280px;&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/Szrl2oywEvI/AAAAAAAAAms/Xuutl79iYu4/s400/p19_fig2.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5420897828319793906&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrlwFA5nJI/AAAAAAAAAmk/RsZsa197mBs/s1600-h/p19_fig1.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 328px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrlwFA5nJI/AAAAAAAAAmk/RsZsa197mBs/s400/p19_fig1.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5420897715636247698&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/feeds/4017490222757742268/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2009/12/high-power-amp-50-watt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/4017490222757742268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7188233899388172798/posts/default/4017490222757742268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://windy-elektronika.blogspot.com/2009/12/high-power-amp-50-watt.html' title='High  power amp 50 watt'/><author><name>winbengkel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05268443448155599751</uri><email>[email protected]</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/S0WOaJZl7tI/AAAAAAAAAns/4qCE0DPIhGU/S220/DSC02354.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_agIXyj1yZsU/SzrmIJt60xI/AAAAAAAAAm8/h2TmiOAQ5kE/s72-c/p19-pic.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

If you would like to create a banner that links to this page (i.e. this validation result), do the following:

  1. Download the "valid Atom 1.0" banner.

  2. Upload the image to your own server. (This step is important. Please do not link directly to the image on this server.)

  3. Add this HTML to your page (change the image src attribute if necessary):

If you would like to create a text link instead, here is the URL you can use:

http://www.feedvalidator.org/check.cgi?url=http%3A//windy-elektronika.blogspot.com/feeds/posts/default

Copyright © 2002-9 Sam Ruby, Mark Pilgrim, Joseph Walton, and Phil Ringnalda